“Kita masih mengumpulkan barang bukti lainnya. Namun, berdasarkan pemeriskaan sementara, kasus ini mengarah kepada pelaku itu, makanya kita amankan untuk dimintai keterangan lebih dalam lagi,” ujarnya.
Sewaktu dilakukan introgasi, ujar Deni, terduga pelaku mengaku kepada petugas kepolisian, telah sengaja melakukan aksi kekerasan terhadap bocah penyandang disabilitas tersebut. Lantaran, ia mengaku kesal dengan sikap korban.
“Pelaku melakukan kekerasan terhadap anak tersebut karena merasa kesal dan emosi terhadap perilaku korban, karena korban sering bandel melepaskan hewan peliharaan berupa sapi milik pelaku,” paparnya.
Sementara itu, Camat Tegalbuleud, Antono menjelaskan, terduga pelaku kekerasan terhadap bocah yang kini sudah diamankan oleh Polsek Tegalbuleud tersebut disebutnya memiliki kelainan psikologi. “Iya, ada kelainan dalam hal psikolognya. Namun demikian, ia bukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),” katanya.
Kasus ini pun menyita perhatian banyak pihak. Bahkan, Menteri Sosial, Tri Rismaharini rela menempuh perjalanan jauh menuju Kecamatan Tegalbuleud untuk mengunjungi kediaman korban.(den)






