Terseret Saluran Drainase 300 Meter, Bocah Waluran Tewas, Begini Kronologisnya

Kecamatan Waluran
OLAH TKP : Petugas gabungan saat meninjau lokasi Muhammad Miftahul Rizky (6) yang meninggal dunia setelah terseret air drainase Jalan Raya Nasional ruas Kiaradua - Jampang Kulon, tepatnya didepan toko bangunan di Kampung Neglasari, RT 15/03, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran.

SUKABUMI – Muhammad Miftahul Rizky (6) asal warga Kampung Galumpit, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran tewas usai terseret arus di saluran Drainase pada Rabu (29/12) . Bocah yang masih duduk dibangku kelas 1 sekolah dasar itu terseret air drainase Jalan Raya Nasional ruas Kiaradua – Jampang Kulon, tepatnya didepan toko bangunan di Kampung Neglasari, RT 15/03, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran.

Camat Waluran, Gingin Ginanjar Permana mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini, bermula saat korban bersama satu orang temannya kembali selepas bermain dari temannya menuju arah pulang dengan berjalan kaki. “

Bacaan Lainnya

Pada saat melintas di pinggir jalan, korban menginjak lobang beton penutup parid, sehingga masuk kedalam parid dan terbawa oleh aliran air,” kata Gingin kepada Radar Sukabumi pada Rabu (29/12).

Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 16.15 WIB korban ditemukan oleh tim evakuasi yang terdiri dari unsur Pos Ramil Waluran, Polsek Ciracap, Satpol PP Kecamatan Waluran dibantu oleh warga setempat.

“Korban ditemukan dengan jarak kurang lebih 300 meter dari tempat kejadian korban terjatuh dengan kondisi sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Humas SARDA Pos Ciracap, Noyief Naretsya kepada Radar Sukabumi mengatakan,
korban berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dan jasadnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Jampangkulon dengan menggunakan kendaraan Dinas Kecamatan Waluran atau mobil Ran Satpol PP Waluran untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.