Termasuk Kota Sukabumi, Ini Daftar 11 Kota Beli Pertalite dan Solar Gunakan Aplikasi My Pertamina Bulan Depan

11 kota pertama beli BBM bersubsidi ini
11 kota pertama beli BBM bersubsidi ini sudah dapat mendaftar di aplikasi MyPertamina untuk pembelian Pertalite dan Solar. (foto : reza)

JAKARTAKota Sukabumi mejadi daerah dari 11 Kota yang diwajibkan untuk para pembeli Bensin Jenis Pertalite dan Solar gunakan Aplikasi. Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di 11 kota pertama di Tanah Air.

11 kota pertama beli BBM bersubsidi ini sudah dapat mendaftar di aplikasi MyPertamina untuk pembelian Pertalite dan Solar. Penerapan aturan pembelian BBM bersubsidi ini tertuang dalan aturan penyaluran Solar dan Pertalite di Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengungkapkan bahwa saat ini, 11 kota pertama telah dapat menggunakan aplikasi MyPertamina dalam pembelian BBM bersubsidi baik Solar dan Pertalite.

“Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna dalam pembelian BBM bersubsidi,” lanjut Alfian.

Masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina, pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan 11 kota yang tersebar di 5 Provinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Berikut 11 kota pertama beli BBM bersubsidi gunakan aplikasi My Pertamina mulai Juli 2022

1. Kota Bukit Tinggi

2. Kab. Agam

3. Kota Padang Panjang

4. Kab. Tanah Datar

5. Kota Banjarmasin

6. Kota Bandung

7. Kota Tasikmalaya

8. Kab. Ciamis

9. Kota Manado

10. Kota Yogyakarta

11. Kota Sukabumi

Pertamina juga mengimbau untuk kelancaran pendaftaran, agar pendaftar adalah konsumen yang berada di wilayah implementasi tahap 1 atau yang sering berpergian ke lokasi tahap 1.

Pihak Pertamina juga mnyampaikan bahwa dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan