Tak Semudah Itu Masuk Sukabumi, Petugas Gabungan Siagakan 5292 Personel

  • Whatsapp
Penyekatan yang dilakukan petugas gabungan pada akses masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI– Tujuh akses masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi dijaga ketat oleh petugas gabungan. Penyekatan dilakukan dalam upaya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Adapun tujuh akses masuk ke Kabupaten Sukabumi yang bakal dijaga antar lain, Sukalarang, Cicurug hingga Cibadak, hingga Cibolang dan Pangleseran yang merupakan perbatasan dengan Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana Penegakan Hukum pada Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Yusef Wahyu Kodara menerangkan, penyekatan akses masuk ke Kabupaten Sukabumi dilakukan dalam rangka Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

“PPKM tahap awal Kabupaten Sukabumi ini berlangsung mulai 11 Januari dan rencananya berakhir hingga 25 Januari 2021 mendatang. Untuk mengantisipasi eksodus atau mobilisasi masa ke Sukabumi, kami memperketat akses masuk ke Kabupaten Sukabumi di tujuh titik, adapun petugas gabungan yang disiapkan sebanyak 5292, yang terbagi dalam dua kegiatan, yakni monitoring dan evaluasi serta penyekatan,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat dihubungi, Jumat (15/1/2021).

Adapun 7 titik penyekatan yang akan dilaksanakan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi diantaranya di wilayah Sukalarang untuk mengantisipasi akses masuk dari Bandung dan Cianjur. Titik penyekatan juga dilaksanakan di wilayah Cicurug dan Cibadak, untuk mengantisipasi akses masuk dari arah Jakarta Bogor dan sekitarnya. Termasuk penyekatan juga dilaksanakan di Cibolang dan Pangleseran perbatasan Kota Sukabumi, selanjutnya penyekatan di Palabuhanratu dan Cisolok sebagai akses masuk dari arah Provinsi Banten.

“Penjagaan akses masuk dari arah Bandung dan Jakarta akan lebih diperkuat karena mobilisasi dari kedua arah tersebut cukup besar sehingga harus diperkuat,” tegasnya.

Secara teknis yang akan diberlakukan di akses masuk Kabupaten Sukabumi, Yusep menambahkan, bakal menghalau warga yang akan masuk ke Sukabumi dan dimintai untuk menunjukan surat keterangan non reaktif Covid-19 berupa hasil rapid test antigen.

“Khusus akhir pekan kepada wisatawan maupun siapapun yang akan masuk Sukabumi wajib memperlihatkan hasil rapid test antigen. Apabila tidak memperlihatkan hasil rapid test antigen, maka kita akan suruh putar balik ketempat asalnya tidak bisa masuk Sukabumi,” pungkasnya. (upi/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *