Predikat Persib Bandung sebagai salah satu tim papan atas Indonesia nampaknya lepas musim 2017 ini.
Alih-alih bersaing di papan Liga 1, Maung Bandung bahkan kesulitan finis di 10 besar.
Terbaru kekalahan 1-2 dari Borneo FC membuat target masuk 10 besar semakin sulit terwujud.
Peringkat 10 kini dihuni Mitra Kukar dengan 44 poin, sementara Persib di strip di bawahnya terpaut tiga poin.
Mitra Kukar hanya butuh hasil imbang saat menghadapi tim yang sudah pasti terdegradasi, Persiba Balikpapan untuk membuat Persib gagal masuk 10 besar.
Belum lagi PSI TNI di posisi 11 (42 poin) juga bisa menggagalkan ambisi Persib itu jika menang lawan Semen Padang di laga pamungkas.
Persib sendiri akan menghadapi Perseru Serui di pekan 34, tim asal Papua yang berjuang menghindari degradasi.
Pada pertandingan di Stadion Mulawarman, Bontang sore tadi. Persib lebih dulu kebobolan dua gol oleh Patrich Wanggai di masa injury time babak pertama serta Lerby Liandi di menit 52.
Anak asuh Emral Abus hanya bisa memperkecil kekalahan melalui Billy Keraf pada menit ke-71.
Pertandingan yang dipimpin wasit asal Iran, Hasan Akrami itu berjalan dengan tempo lambat. Meski begitu, Persib yang merupakan tim tamu nyaris membuka keunggulan saat wasit baru saja meniup peluit kick off babak pertama.
Berawal dari sentuhan Ezechiel kepada Febri Hariyadi di menit kedua jalannya pertandingan, Febri terlepas.
Sayang, sepakan Febri masih mampu ditepis penjaga gawang Pusamania Borneo FC yang dikawal Muhammad Ridho dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.
Jelang turun minum, skuat Pesut Etam sukses membuka keunggulan lewat kaki Patrich Wanggai. Patrich berhasil menjebol gawang I Made Wirawan setelah menerima umpan matang dari kaki Lerby.
Borneo FC mampu menggandakan keunggulan di awal babak kedua. Giliran Lerby menyarangkan bola ke gawang Persib dengan kaki kirinya. Tertinggal 0-2 membuat tim tamu menaikkan tempo permainan.
Beberapa kali skuat asuhan Emral Abus mengancam gawang Muhammad Ridho. Tapi rapatnya barisan pertahanan tim besutan Iwan Setiawan membuat serangan Persib selalu kandas.
Billy Keraf yang baru masuk menggantikan Shohei Matsunaga sempat menghidupkan asa Persib setelah aksi individunya di sisi kanan pertahanan Borneo FC berhasil mengecoh Muhammad Ridho. Skor 2-1, Persib perkecil ketinggalan. Skor ini bertahan hingga laga usai.
Kemenangan yang membuat Borneo FC dipastikan aman di 10 besar Liga 1 2017. Mereka kini menempati posisi 8 dengan 49 poin. Sementara Persib tercecer di peringkat 12.
Mengggapi hasil pertandingan, pelatih Persib Emral Abus menilai pertandingan kedua tim berjalan bagus, bahkan anak asuhnya kata dia secara ball position menguasai.
“Kami pada menit dua mendapat peluang tapi tidak bisa diselesaikan dengan baik, sehingga Borneo unggul 2-0,” kata Emral Abus usai pertandingan.
“Tapi Alhamdulillah paad babak kedua bisa bangkit dan Billy bisa memperkecil kekalahan. Bahkan Zola pun mendapat peluang, sayang tidak membuahkan hasil. Kalau itu bisa akan jadi imbang 2-2,” lanjut Emral.
Disinggung lambat menurunkan Billy Paji Keraf, pelatih asal Sumatra Barat ini mengakui bahwa dalam memasukan pemain sesuai dengan situasi dan kebutuhan tim di lapangan.
“Dan menurut saya tidak terlambat. Itu momen tepat sehingga bisa mencetak gol. Buat saya tidak masalah,” jelas Emral.
Menurut Emral, kekalahan ini juga dipengaruhi mental pemain, apalagi setelah ditariknya Ezechiel N’douassel karena mengalami cedera.
“Adanya Ezechiel orang akan fokus kepada dia dan yang lain akan dapat kesempatan. Dia belum cukup sembuh sehingga melawan Perseru nanti absen. Essien juga akumulasi, jadi pada laga terakhir nanti maksimalkan yang ada, tapi kami optimistis karena nanti main di kandang sendiri,” ujar Emral.
Persib Bandung akan menjalani laga terakhir kontra Perseru pada 11 November di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Pemain Persib, Fulgensius Billy Paji Keraf mengaku kecewa karena timnya kehilangan poin di laga kontra Pusamania Borneo FC.
Menurut pencetak gol Persib ini mengatakan, dua gol Borneo FC diakibatkan pemain kehilangan konsentrasi.
“Kita akui memang kecolongan. Semua gol yang mereka cetak terjadi karena kita lengah,” kata Billy usai laga.
Billy pun merasa kecewa karena gol yang dicetak pada menit ke-71 tak mampu menyelamatkan Maung Bandung dari kekalahan. “Saya diberi main pada menit 70-an.
Hasilnya tetap kalah, meski saya bisa cetak gol dan memperkecil ketertinggalan. Tapi, kami sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik,” kata pemain bernomor punggung 20 itu.
Maung Bandung tak beranjak dari posisi 12 klasemen sementara Go-Jek Traveloka Liga 1 dengan raihan 41 poin. (net)





