BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Status Zona Hijau Kota Sukabumi Terancam ?

Jumlah Positif Bertambah, Pergerakan Manusia Sulit Terkontrol

SUKABUMI – Status satu-satunya zona hijau Covid-19 di Jawa Barat yang disandang Kota Sukabumi terancam. Pasalnya, beberapa hari terakhir kasus pasien yang terkonfirmsi positif Covid-19 terus bertambah.

Akibatnya, timbul pertanyaannya jika kasus positif terus bertambah, apakah dapat mempengaruhi terhadap status zona hijau Kota Sukabumi ?.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana mengungkapkan, penambahan kasus baru tetap akan terjadi meskipun Kota Sukabumi sudah berstatus zona hijau.

“Zona hijau itu bukan berarti tidak ada kasus baru, karena memang vaksin spesifiknya hingga saat ini belum ditemukan,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat dihubungi,  (14/7).

Salah satu indikator penentuan level status kewaspadaan, lanjut Wahyu, terkendalinya angkat reproduksi. Mulai dari basic reproduction number (Ro), dan effective reproduction number (Re/Rt). “Jadi, jika tetap masih terkendali transminsinya walaupun terjadi penambahan kasus baru, tidak akan berpengaruh terhadap zona hijau Kota Sukabumi,” beber Wahyu.

Sementara itu, tiga kasus baru positif Covid-19 ini, lanjut Wahyu, terdiri dari dua orang laki-laki dan satu orang perempuan berusia dewasa. Saat ini, para pasien baru telah mendapatkan perawatan dan isolasi di RSUD R Syamsudin SH. “Ketiganya terkonfirmasi positif berdasarkan hasil swab masal. Domisilinya di Kecamatan Lembursitu, Kecamatan Gunung Puyuh, dan Kecamatan Cikole,” sebut Wahyu.

Dengan adanya penambahan tersebut, maka total pasien terkonfirmasi positif corona di Kota Sukabumi bertambah menjadi 72 orang. Adapun rinciannya 6 orang masih dalam pemantauan sedangkan 66 orang sudah dinyatakan sembuh. “Secara umum kondisinya baik, apalagi di Kota Sukabumi ini mayoritas kasus adalah pasien tanpa gejala,” pungkasnya.

1 2Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button