BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMIKOTA SUKABUMI

Status PDP dan ODP Sukabumi Terus Bertambah

×

Status PDP dan ODP Sukabumi Terus Bertambah

Sebarkan artikel ini

“Selain itu, masyarakat disarankan untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya sebelum di konfirmasi pada lembaga atau institusi resmi. Akan lebih baik di saring dulu informasinya sebelum disebarluaskan. Apalagi, di shere atau langsung mengupdate status di media sosial, sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat,” pinta Hendry.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran dan pencegahan virus Covid-19 atau virus corona, Pemkab Sukabumi menyiapkan dana sebesar Rp14,3 miliar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan, anggaran miliar tersebut dialokasikan hasil dari pergeseran anggaran sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bank bjb Tandamata

“Anggaran yang digeser untuk penanganan Covid-19 ini, berasal dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT), dana silpa BLUD, dan re alokasi DAK fisik dan non fisik Dinas Kesehatan,” kata Iyos kepada Radar Sukabumi usai melakukan konfrensi pers mengenai update data virus corona di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Waroyong, Kota Sukabumi, pada akhir pekan (21/3).

Pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 ini, ujar Iyos, sudah ditentukan berdasarkan hasil dari rapat dan musyawarah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukabumi. “Hasil dari pergeseran anggaran ini, sebesar Rp14,3 miliar. Sementara, dana yang akan segera diakses dari BTT non bencana sebesar Rp3 miliar,” paparnya.

Menurutnya, besaran anggaran untuk penanganan Covid-19 ini, kedepannya bisa saja berkurang maupun bertambah. Namun yang diplot saat ini sebesar Rp14,3 miliar. “Alokasi dana tersebut akan diperuntukan sesuai kebutuhan dan usulan Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Hal yang mendasar ialah alat pelindung diri (APD),” tandasnya.

Penambahan jumlah PDP maupun ODP warga Kota Sukabumi juga bertambah, meskipun tidak terlalu signifikan. Saat ini, terdapat 4 orang stastus PDP dan 47 orang status ODP dengan rincian dalam pemantauan 19 orang dang selesai pemantaun 28 orang.

“Iya saat ini yang PDP bertambah 4 orang, dirawat di tiga rumah sakit, RSUD R Syamsudin SH, RS Assyifa dan RS Setukpa Lemdikpol,” ujar Juru Bicara Media Center Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana kepada Radar Sukabumi,  (22/3).

Kedua pasien yang terakhir yang dinyatakan status PDP, lantaran mempunyai riwayat perjalanan dari luar kota yakni Bandung dan Jakarta. Selain itu, disertai juga gejala-gejala klinis seperti batuk, flu, demam dan disertai sesak nafas.

“Kedua pasien tersebut mempunyai riwayat perjalan Jakarta. Sekarang protokolnya seperti itu, tidak hanya keluar negeri saja, tapi Jakarta dan Bandung juga,” katanya.