“Belum ada info yang valid hingga sampai saat ini,” kata Agus.
Mengingat kondisi ini, Agus memperkirakan peresmian dan pengoperasian jalan Tol Bocimi tampaknya akan meleset dari jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni akhir Oktober kemarin. “Kelihatannya masih mundur,” tuturnya.
Agus pun menjelaskan bahwa legislatif Kabupaten Sukabumi sementara belum dapat berbuat banyak lantaran tol Bocimi merupakan proyek dari pemerintah pusat.
“Sehingga kami sifatnya pasif,” kata Agus.
Sebagai antisipasi, pihak Pemkab Sukabumi akan memfungsikan jalan alternatif dan sarana pendukung jalan sekitar tol, seperti Cicurug dan Cibadak. Hal ini dimaksudkan agar setelah tol tersebut dibuka, maka jalan di wilayah Sukabumi menjadi lebih baik.
(izo)





