Pria yang juga menjabat sebagai Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi ini pun langsung memerintahkan anggotanya untuk segera mengevakuasi Alquran berjilid hijau tersebut. Ya, ia khawatir kitab suci itu rusak bila dibiarkan atau pun terinjak oleh para relawan yang tengah mencari korban. “Tolong ini amankan. Takut terinjak ataupun rusak bila dibiarkan,” imbuh Iyos seraya memberikan Alquran kepada anak buahnya.
Keanehan lainnya disampaikan salah seorang relawan, Mukhlisin (38). Ia mengaku takjub ketika mengevakuasi salah satu jenazah yang tertimbun. Pengakuannya, dari enam jenazah yang ia sendiri ikut mengevakuasi, ada satu jenazah yang kondisinya masih utuh.
Artinya, pakaian yang dikenakannya tak sedikitpun tersentuh material longsor. “Saat dievakuasi, kondisi jenazah tengah duduk dengan kepala menyandar ke dinding rumah. Baju koko dan sarung yang ia kenakan tak sedikitpun tersentuh atau terkotori material longsor,” tutur pria berbadan tegap itu.
Atas kejadian yang di luar nalar manusia ini, Mukhlisin mengaku yakin bahwa semua itu terjadi atas kehendak Sang Maha Kuasa. Menurutnya, disetiap bencana yang terjadi, Tuhan memberikan tanda atau bukti atas segala kekuasaan dan keagungan-Nya.
“Bagi saya, melakukan aksi seperti ini bukan kali pertama. Disetiap bencana, pasti ada hal yang menurut akal kita itu mustahil. Namun saya yakin, semua itu merupakan peringatan dan bukti atas kebesaran dan kekuasaan Allah SWT,” tutupnya. (*)






