PARUNGKUDA, RADARSUKABUMI.com – Kebakaran hutan kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, si jago merah melalap perkebunan kelapa di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Akibatnya, sekitar setengah hektere perkebunan milik perhutani ini terbakar.
Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, insiden terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Berawal ketika salah seorang warga setempat, Luki Kurniawan (40) membung sampah di lokasi yang tidak jauh dari tempat kebakaran. Selang beberapa waktu, terlihat api disertai kepulan asap dari lokasi sampah.
Karena penasaran, ia dan warga lainnya pun memutuskan untuk kembali melihat pembuangan sampah. Kaget bukan kepalang, ia melihat api sudah mulai membesar dan meluas. “Saya sempat berusaha memadamkan api tapi tidak berhasil malah semakin membesar,” kata Luki kepada wartawan, kemarin (4/8).
Karena dikhawatir merembet kepemukiman, Luki pun langsung menghubungi pemadam kebakaran Pos II Cibadak untuk meminta bantuan. Karena upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya, tidak bisa dipadamkan. “Saya langsung menghubungi pemadam kebakaran, karena memang api nya sudah membesar dan dikhawatirkan merembet ke rumah warga,” imbuhnya.
Sementara itu, Operator Pemadam Kebakaran Pos II Cibadak, Nanang Suryana menjelaskan, dua unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. “Data sementara, hutan yang terbakar ini sekitar setengah hektare sedangkan kerugian masih dalam penghitungan,” jelas Nanang.
Pihaknya menduga, api diduga berasal dari adanya pembakaran sampah oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Karena banyak ilalang yang mudah terbakar, akhirnya terjadi kebakaran. “Kami menduga api berasal dari pembakaran sampah. Tapi kami tidak mengetahui siapa yang melakukannya,” ujarnya.
Nanang menghimbau, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaanya terhadap bencana kebakaran. Terlebih, saat ini musim kemarau dimana kerap terjadi kebakaran baik hutan maupun kebakaran rumah. “Kami meminta agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok ke hutan, karena dapat berpotensi terjadinya kebakaran,” pungkasnya.
(bam/d)






