Sesar Cimandiri Kembali ‘Bergoyang’

  • Whatsapp
Sesar Cimandiri (ilustrasi)

SUKABUMI — Kabupaten Sukabumi kembali diguncang gempa bumi tektonik, Rabu (14/10) sekira pukul 08.01 WIB.

Berdasarkan hasil dari analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M 2.7. Episenter gempa tersebut terletak pada koordinat 6,97 LS dan 106,7 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km Timur Laut Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman empat kilometer antara wilayah Kecamatan Bantargadung dan Kecamatan Cikembar.

Bacaan Lainnya

Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar Cimandiri. Dimana hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar strike-slip.

“Ini gempa kekuatan kecil, tidak dirasakan manusia dan tidak ada dampak ke manusia,” kata Tony kepada Radar Sukabumi melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (14/10).

Apabila memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Cimandiri.

“Dari dahulu kala, karena aktivitas alam, setiap hari terdapat rata-rata dua kali gempa di wilayah Jawa Barat, salah satunya di Sukabumi. Iya, gempa yang kekuatan kecil dan tidak berdampak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari BMKG soal adanya guncanga gempa bumi tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi langsung menginstruksikan seluruh anggotanya yang bertugas di setiap kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, untuk melakukan pemantauan soal dampak dari guncangan gempa itu.

“Iya, setelah kita dapat laporan itu kita langsung meminta Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang bertugas di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk melakukan pengawasan di wilayahnya masing-masing,” kata Anita.

Menurutnya, sampai sejauh ini guncangan gempa bumi tersebut tidak begitu di rasakan oleh warga Kabupaten Sukabumi dan tidak ada dampak kerusakan yang di laporkan dari petugas lapangan akibat dari guncangan gempa bumi itu.

“Iya, tercatat di Pusdalop BPBD Kabupaten Sukabumi guncangan gempa bumi itu, tidak hanya terjadi di wilayah Sukabumi saja, tetapi ada di beberapa tempat di hari yang sama,” timpalnya.

Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi agar tetap tenang dan selalu waspada, serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas kebenarannya.

“Iya, kalau waspada memang perlu, karena yang namanya bencana itu, tidak dapat diprediksi dan tidak dapat diketahui kapan kejadiannya. Tetapi, warga tidak boleh cemas secara berlebihan,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *