Masih ditempat yang sama, Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr Hondo Suwito mengatakan, 13 kecamatan yang masuk pada kategori wilayah terdampak dari patahan sesar Cimandiri ini.
Yakni, kecamatan Palabuhanratu, Simpenen, Cikakak, Bantargadung, Warungkiara, Lengkong, Jampangtengah, Purabaya, Nyalindung, Gegerbitung, Cirenghas, Sukaraja dan Kecamatan Sukalarang.
“Dari 13 kecamatan ini, yang paling banyak bangunan yang berada wilayah patahan sesar Cimandiri itu, adalah bangunan masjid,” katanya.
Untuk itu, setelah mengikuti MUNAS, ujar Hondo, seluruh pengurus PMI Kabupaten Sukabumi akan mensiasati untuk membentuk tiap-tiap relawan yang ada di tingkat kecamatan dan desa.
“Ini dilakukan berdasarkan keputusan baru saat di MUNAS kemarin, bawha PMI harus hadir dan terlibat dalam kebencanaan sebelum dan tidak boleh lebih dari enam jam. makanya kita akan koordinasikan ini bersama seluruh anggota,” katanya.
Menurutnya, PMI selain akan membentuk relawan di setiap kecamatan dan desa, juga akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi terhadap warga yang tinggal di sekitaran lokasi patahan sesar Cimandiri.
Salah satunya, masyarakat harus membangun rumah dengan sistem ramah lingkungan, seperti bangunan rumah bambu.
“Ini perlu dilakukan sebagai salah upaya dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam. Apalagi, saat ini kesadaran masyarakat dalam penanggulangan bencana masih dinilai minim,” pungkasnya. (den/d)






