Budi mengaku saat ini pihak bekerjasama dengan Muspika Cicurug, relawan, pengelola perusahaan menggelar bersih-bersih Sungai Cicatih yang berada di Kampung Nyangkoek, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
“Kami berupaya meminimalisir menumpuknya sampah plastik di sungai Citatih,” ujarnya.
Saat ini, sambung dia, sampah menjadi pokok utama yang harus diawasi. Karena bagaimana pun, tumpukan sampah plastik, botol minuman dan material lainnya yang berasal dari limbah rumah tangga banyak yang dibuang ke sungai, tanpa melihat efek dan dampak yang membahayakannya ke depan.
“Sampah plastik ini mayoritas dari limbah rumah tangga yang membuangnya ke sungai. Mereka tidak memikirkan dampak dari perilakunya ini ke depan,” tuturnya.
Pihaknya menghimbau agar masyarakat peduli akan lingkungan dan sungai yang berada di sekitar. Karena bila air sungai bersih, maka bisa menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar.
Namun apabila sungai tersebut tercemar, maka tinggal tunggu saja bencana yang akan datang. Baik itu gangguan kesehatan ataupun banjir.
“Kami harap, dengan adanya aksi kali ini bisa menyadarkan masyarakat sekitar supaya membuang sampah pada tempatnya. Dan perlu kami sampaikan juga, yang membuang sampah itu bisa dijerat hukuman,” pungkasnya.






