SDN Bantaragung Sukabumi ‘Seolah’ Dibiarkan Rusak, Bertahun-tahun Bocor, Keropos dan Nyaris Ambruk

SD Bantaragung Sukabumi
Kondisi atap bangunan sekolah SDN Bantaragung, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi yang memprihatinkan dan kian rusak mengharapkan adanya bantuan perbaikan.

KABUPATEN SUKABUMI – Lama tidak kunjung mendapat perbaikan, bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bantaragung, di Kampung Ciseeng, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampang Tengah kian rusak dan memprihatinkan.

Kerusakan tersebut terjadi pada bagian atap yakni genteng yang bocor. Lalu, kayukayu penyangganya sudah lapuk dimakan usia. Sehingga kondisi ini membuat bangunan nyaris ambruk

Bacaan Lainnya

Asep Budianto yang merupakan salah satu guru SDN Bantaragung mengatakan, beberapa ruangan kelas sudah tidak bisa dipakai untuk Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) karena bagian atapnya sudah rusak. Sehingga sebagai bentuk antisipasi jatuhnya korban ataupun hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah melakukan upaya pemeliharaan dengan perbaikan secara mandiri.

Adapun biaya pemerilahaan dengan perbaikan tersebut berasal dari swadaya masyarakat setempat dan para guru yang mengajar di sekolah SDN Bantaragung.

“Iya, ini sudah lama (rusak, red). (Bangunan) ini didirikan tahun 2000, dari sana sini belum ada perbaikan, dari swadaya masyarakat sedikitsedikitlah,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/6) .

Asep menjelaskan, kerusakan yang terjadi pada beberapa ruang kelas bangunan SDN Bantaragung dan terlihat cukup parah mulai terlihat sekitar enam tahun lalu. “Ada beberapa titik bangunan rusak, hingga kini belum ada perbaikan secara permanen,” jelasnya.

Mengingat dengan kondisi tersebut yang mengancam keselamatan bagi anak didik SDN Bantaragung, lanjut Asep, saat setiap kali turun hujan deras dan disertai angin kencang terpaksa para siswa langsung dipulagkan.

“Iya, karena khawatir bangunan sekolah ambruk, ini sudah lama terjadi, sekitar enam tahun kebelakang,” terang Asep.

“Penyebabnya karena usia, curah hujan selalu tinggi jadi air masuk kedalam atap bangunan jadi cepat keropos bagian kayu kayunya, bocor, basah, kebanyakan anak-anak dipulangkan takut terjadi apa-apa,” imbuhnya.

Sebagai tenaga pengajar, Asep mengaku sangat khawatir, sehingga mau tidak mau makanya setiap kali turun hujan anakanak didiknya dipulangkan.

“Dari pada terjadi apa-apa, bangunan ambruk tiba tiba,” ucapnya.

Disebutkan bahwa total murid SDN Bantaragung berjumlah 76 siswa. Pihak sekolah mengharapkan segera ada perbaikan permanen dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sehingga siswa dan guru bisa tenang saat KBM berlangsung.

“Keinginan kami ingin sekolah lebih bagus, labih baik seperti sekolah yang lain, supaya kami yang mengajar nyaman, anakpun belajar disekolah merasa nyaman dan aman,” tandasnya. (Cr2/t)

SD Bantaragung Sukabumi
Kondisi atap bangunan sekolah SDN Bantaragung, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi yang memprihatinkan dan kian rusak mengharapkan adanya bantuan perbaikan.

Pos terkait