“Dukungan dari teman-teman sangat berarti, “tukas alumni SDN 4 Cicurug tersebut.
Diketahui, Pria ramah kelahiran 7 Januari 1998 sebelum masuk ke Timnas U-22 memang penuh perjuangan. Sani sejak kecil memang bercita-cita menjadi pemain sepak bola yang handal, namun cita-cita tersebut tidak didapatnya begitu saja. Mulai dari pertama dari kelas 3 SD di SSB PSPB Cicurug sampai SMA. Hingga masuk PPLP dan masuk tim Urakan FC Jakarta Timur.
Perjuangan tak berhenti disana, banyak tantangan. Seperti sempat bimbang saat PSSI dibekukan pada 2015 hingga berniat untuk membanting setir untuk melanjutkan kuliah di UNJ dan UPI. Namun, tantangan tersebut berbuah manis ketika dirinya diterima menjadi anggota kepolisian pada 7 Maret 2017 setelah menempuh pendidikan kepolisian di SPN Lido.
Sebelum masuk ke Timnas U-22, Sani sehari-hari diketahui bekerja sebagai pengamanan, seperti unjuk rasa di Monas, pengamanan aksi 212. Pengamanan sepak bola di Stadion Patriot Candrabhaga, timnas saat itu ujicoba. Hingga pada akhirnya pada Juni 2017 ada seleksi U-19 Bhayangkara FC di Sawangan Depok. Dan akhirnya dirinya berhasil masuk ke tim Bhayangkara FC U-19 lolos.
Pada 2017 itu Sani pindah tugas di Brimob. Setelah itu, pada awal tahun 2018, baru pulang bertugas pengamanan tahun baru dirinya mendapat telepon dari pihak manajeman Bhayangkara FC senior untuk bergabung.
Pada tanggal 6 Januari, barulah dirinya mengikuti seleksi timnas U-22 dan hasilnya masuk. (hnd)





