Safitri Warga Simpenan Sukabumi, ‘Diteror’ Pesanan Online Fiktif

  • Whatsapp
Ibu Herlina, Piah
Ibu Herlina, Piah (46) warga Kampung Cinyocok RT 02 RW 04, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi menunjukan resi barang pesanan via online dengan sistem COD yang padahal tidak pernah dipesannya.

SUKABUMI – Herlina Safitri (23) warga Kampung Cinyocok RT 02 RW 04, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, hanya bisa menangis dan kebingungan lantaran telah menjadi korban pesanan fiktif denga sistem bayar di tempat atau cash on delivery (COD).

Ibu korban, Piah (46) mengatakan, sampai saat ini sudah ada 15 peket barang yang diantarkan oleh kurir ke kediamannya. Sementara dari pengakuan anaknya, tidak pernah memesan barang apapun dari aplikasi belanja online.

Bacaan Lainnya

“Paket itu datang hamapir setiap hari sejak Senin 13 September 2012. Bahkan sudah ada 15 paket dengan berbagai jenis barang datang dibawa oleh kurir ke rumah. Anak saya tidak merasa memesan barang itu semua, sehingga sekarang nangis terus,” ujar Piah kepada awak media, Jumat (17/09).

Barang-barang yang diantarkan oleh kurir tersebut mulai dari handphone, bed cover, kursi hingga baju anak. Harganya pun membuat Herlina menganga dan kaget karena terbilang mahal mulai dari Rp200 ribu hingga Rp2 juta. “Sampai hari ini sudah ada yang nelpon lagi untuk mengantarkan paket,” paparnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, keluarganya kemudian melaporkan orderan fiktif tersebut kepada pihak RT, RW dan pemerintah desa.

“Kami bingung harus gimana. Makanya kami melaporkan ke RT dan RW agar mendapatkan solusi, karena itu seperti teror sehingga anak saya nangis,” jelas Piah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *