“Imbasnya, membuat laju rupiah kembali dalam pelemahannya,” imbuhnya.
Padahal, kata dia, terdapat sejumlah sentimen positif seperti pemaparan Menteri Keuangan terhadap pencapaian reformasi fiskal dan moneter Indonesia, akan tetapnya suku bunga acuan BI untuk memacu pertumbuhan kredit masyarakat, kembali masuknya modal asing sebanyak USD800 juta ke pasar keuangan domestik, hingga kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Moody’s.
(mys/JPC)





