Rumah Sakit di Sukabumi Kritis, Kasus Covid-19 Melonjak

  • Whatsapp
Rumag Sakit Sukabumi Kritis
Grafis Rumah Sakit di Sukabumi Kritis

SUKABUMI – Lonjakan penambahan kasus Covid-19 di Kota dan Kabupaten Sukabumi belakangan ini, membuat Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat keterisian tempat tidur isolasi sekarat. Bagaimana tidak, hampir disetiap rumah sakit yang ada di Kota dan Kabupaten Sukabumi semuanya full terisi.

Enam rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Sukabumi misalnya, semuanya terisi penuh, Rabu (23/6). Saat ini, terdapat 54 ruang isolasi untuk pasien corona dengan 181 tempat tidur yang tersebar di enam rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.

Bacaan Lainnya

Meskipun, dari data yang tercatat di GTPP Covid-19 Kota Sukabumi, keterisian ruang isolasi ini, masih didominasi pasien dari luar kota. “Ya, saat ini rung isolasi di enam rumah sakit sudah penuh,” ungkap Jubir GTPP Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Hardiana kepada Radar Sukabumi, Rabu (23/6).

Wahyu menerangkan, berdasarkan jumlah tempat tidur, RSUD R Syamsudin SH memiliki kapasitas terbesar, yakni 20 ruang isolasi dan 82 tempat tidur. Disusul RSU Kartika Kasih terdapat 16 ruangan dan 18 tempat tidur, RSUD Al-Mulk ada 7 ruangan dan 16 tempat tidur

Sedangkan di RSU Assyifa, terdapat enam ruangan dengan 43 tempat tidur, RSU Bhayangkara Stukpa terdapat 3 ruang dengan 20 tempat tidur serta RSUD Rido Galih ada dua ruangan dan dua tempat tidur. “Dari jumlah total yang ada, sudah terpakai 168 ruangan. Kebanyakan warga dari luar Sukabumi,” bebernya.

Menurut Wahyu, dengan penuhnya ruangan dan tenpat tidur saat ini, ada penambahan 20 ruangan di RSUD Syamsudin SH dan enam ruangan di RSUD Al-Mulk. “Hampir 20 persen sudah ditambah. Kami sudah menghimbau juga kepada rumah sakit swasta untuk menambah ruangan,” pungkasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Sukabumi. Keterisian tempat tidur isolasi mencapai 94 peren. Artinya, dari 243 BOR yang tersedia di tujuh rumah sakit, 229 terisi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *