BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Ruko PT Jaswita Jabar di Sukabumi: Atap Bocor, Slow Respons dan Susah Air

×

Ruko PT Jaswita Jabar di Sukabumi: Atap Bocor, Slow Respons dan Susah Air

Sebarkan artikel ini
Penampakan ruko yang dikelola oleh PT Jaswita Jabar di Cibadak, Sukabumi

SUKABUMI – Atap bocor, respons lambat dan kesuiltan mendapatkan air. Adalah tiga hal yang dipersoalkan para pedagang yang menyewa rumah toko atau Ruko Gaya Ika Cibadak Sukabumi yang dikelola oleh PT Jasa Kepariwisataan (Jaswita) Jawa Barat.

Ketua Asosiasi Penyewa Fasilitas PT Jaswita Jabar (ASPAJA) Sukabumi Mochammad Popon mengatakan, para penyewa ruko milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jabar kecewa lantaran tidak dirawat dengan baik alias terbengkalai.

Bank bjb Tandamata

“Kami dari para pedagang dan penyewa ruko PT Jaswita Jabar ini komplain gara-gara fasilitasnya gak diurus,” kata Popon kepada Radar Sukabumi, Rabu (2/6).

Kekecwaan tersebut, kata Popon, lantaran pihak manajemen dianggap tidak becus dan lamban dan merawat segala fasilitas gedung ruko PT Jaswita Jabar. Seperti yang dituangkan dalam flyer campaign, bahwa ada tiga hal yang dikeluhkan yakni atap gedung ruko bocor, respons manajemen yang lambat dan ketersedian air dari PDAM yang tidak lancar.

“Dengan adanya ini semua akhirnya penyewa tutup usaha. Imbas lainnya banyak penyewa yang dirugikan. Ya ujung-ujungnya kan aset daerah ini tidak dikelola dengan baik. Akhirnya juga pendapatan untuk Pemprov Jabar jadi berkurang karena asetnya tidak dikelola dengan profesional,” ujar Popon.

Popon yang juga salah satu penyewa mengungkapkan lagi betapa buruknya pengelolaan gedung oleh manajemen PT Jaswita. Bahwa sebagai penyewa komplain sering kali dilayangkan namun tak lamban direspons. “Itu komplain kami berbulan-bulan baru ditanggapi,” cetusnya.

Selain soal atap bocor dan air yang tak lancar, penerangan sekitar ruko pun sangat minim sehingga tidak memberkan rasa aman bagi penyewa dan konsumen yang datang. Walhasil, hal inipun menjadi efek domino kepada pihak penyewa yang terpaksa menutup usahanya.

“Apalagi saat ini sedang pandemi jadi pedagang terpaksa tutup. Karena konsumennya kecewa saat datang, toilet malah mampet dan airnya gak ada,” papar Popon.

“Bahkan di ruko yang saya sewa. Pada har Sabtu (29/5) lalu ada orang jatuh dari tangga karena licin bocor atapnya. Padahal sudah enam bulan kami komplain tapi janji janji terus,” lanjutnya.

PT Jaswita Jabar sendiri memiliki banyak ruko yang disewakan di wilayah Sukabumi. Khusus di Ruko Gaya Ika Cibadak saja ada sekira 25 ruko. Lalu bangunan yang disewa oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi juga aset milik PT Jaswita Jabar.

“Harapan saya, karena ini milik pemerintah maka kami minta dikelola dengan baik karena ini dimodalin dari pajak rakyat. Maka kita harus selamatkan aset daerah!,” tukasnya.

Sementara itu, diwawancarai terpisah, salah seorang staf marketing PT Jaswita Jabar Anita mengatakan akan memberikan tanggapan ini sesuai arahan dari pimpinan. “Ya pak, insya Allah akan kami sampaikan ke pimpinan,” jawab Anita singkat. (izo)