RSUD Sekarwangi dan Puskesmas Beda Data, Soal Kasus DBD

FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI MEMANTAU: Bupati Sukabumi Marwan Hamami melakukan pengecekan pasien di RSUD Sekarwangi, kemarin (23/1).

“Sedangkan dalam penangannya, pasien dilakukan pengecekan darah hingga pengobatan. Bahkan, Dinas Kesehatan akan terjun langsung ke kediaman pasien untuk melakukan pengecekan dan upaya lainnya,” cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan obat untuk untuk melakukan penanganan pasien DBD di RSUD Sekarwangi. Sehingga pasien yang terjangkit akan langsung ditangani petugas media. “Tentunya penangan akan dilakukan jika memang terdapat pasien yang mengidap DBD. Dan dinas terkait kana langsung terjun kepada kediaman pasien untuk melakukan pencegahan,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya

Kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Gunungguruh. Di kecamatan ini, 10 orang terserang DBD, empat diantaranya dinyatakan positif sementara enam orang lainnya suspek DBD. Semua tersebar di Desa Gunungguruh dan Desa Kebonmanggu. Data ini tercatat selama tahun 2019.

“Kami masih terus menginventarisir. Namun data yang ada, sampai 21 Januari kemarin tercatat 10 orang yang terserang DBD,” ujar Eri Kustiawan, Petugas Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Puskesmas Gunungguruh kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Menurut Eri, mewabahnya penyakit DBD ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti cuaca ekstrim seperti sekarang ini, kepadatan mobilitas penduduk dan kesadaran pola hidup besih dan sehat (PHBS) warga yang masih rendah serta minimnya tempat penampungan sampah dan tidak adanya sanitasi pembuangan limbah rumah tangga.

“Puskesmas Kecamatan Gunungguruh terus melakukan upaya pencegahan penyebaran DBD ini. Salah satunya dengan melakukan pengasapan atau fogging dan sosialisasi kepada seluruh warga, agar membersihkan rumah dan pekarangannya dari sarang nyamuk,” pungkasnya.

 

(bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *