RSUD Sekarwangi dan Puskesmas Beda Data, Soal Kasus DBD

FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI MEMANTAU: Bupati Sukabumi Marwan Hamami melakukan pengecekan pasien di RSUD Sekarwangi, kemarin (23/1).

Penularan virus dengue ini, lanjut Santika, terjadi bila seseorang yang terinfeksi akibat gigitan nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa nyamuk dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. “Virus dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang,” tuturnya.

Ketika seseorang terinfeksi virus dengue dan berhasil pulih, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap virus tersebut. Namun parahnya, seseorang yang pernah terinfeksi virus dengue akan lebih berisiko terinfeksi untuk kedua kalinya.

Bacaan Lainnya

“Selain pernah mengalami infeksi virus dengue, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena demam berdarah adalah tinggal atau bepergian ke daerah tropis. Demam berdarah juga lebih berisiko dialami oleh bayi, anak-anak, lansia dan orang dengan kekebalan tubuhnya yang lemah,” terangnya.

Saat ini, banyak orang tidak mengalami tanda-tanda awal selama mengalami kasus demam berdarah ringan. Gejala biasanya dimulai 4 sampai 10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Tanda dan gejala demam berdarah yang paling sering terjadi yakni, mengalami demam tinggi hingga 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri otot, tulang, dan sendi, nyeri atau rasa sakit di bola mata.

Kebanyakan orang sembuh dalam seminggu atau lebih. Bila gejala berlanjut tanpa mendapat penanganan khusus dari dokter, pembuluh darah seringkali menjadi rusak dan bocor. Jumlah gumpalan sel trombosit dalam aliran darah juga menurun. “Hal tersebut dapat menyebabkan pendarahan dari hidung dan mulut, muntah terus-menerus, perdarahan di bawah kulit, hingga menyebabkan masalah pada paru-paru, hati, serta jantung. Jelas ini sangat berbahaya,” imbuhnya.

Adapun pencegahan DBD ini, diantaranya dengan cara pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah. Semisal, menguras Bak mandi atau penampungan air, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng bekas, aki bekas, dan ban bekas di sekiter rumah.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *