RSUD Palabuhanratu Kewalahan, Terjadi Lonjakan Pasien Covid-19

  • Whatsapp
RSUD Palabuhanratu
Salah satu sudut bagian gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Sukabumi mengalami lonjakan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal itu otomatis membuat Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur ruang isolasi semakin menipis dan harus menambah ketersedian tempat tidur.

Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu milik pemerintah Kabupaten Sukabumi. Akibat lonjakan Covid-19, ketersediaan tempat tidur ruang isolasi untuk pasien Covid-19 mulai penuh dan harus ditambah.

Bacaan Lainnya

Direktur RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, dr. Damayanti Pramasari mengatakan, di awal Pandemi Covid-19 rumah sakit hanya mempunyai 13 tempat tidur ruang isolasi Covid-19.

“Antara lain, 9 tempat tidur itu untuk isolasi covid tekanan negatif dan 4 tempat tidur itu untuk isolasi covid tekanan negatif plus ICU (Intensive Care Unit), berjalannya waktu menambah lagi ruang isolasi covid sebanyak 20 tempat tidur, sekarang dengan kondisi pasien Covid melonjak,” ujar Damayanti melalaui sambungan telepon, Kamis (24/06).

Dengan kondisi seperti ini, RSUD kembali menambah 20 unit tempat tidur untuk ruang isolasi Covid-19. Jadi pihaknya menggeser ruangan lain, sehingga ruangan yang tadinya dipergunakan untuk perawatan penyakit dalam, yaitu Ruang Arwana digunakan untuk perawatan pasien Covid-19.

“Karena memang pasien Covid-19 di IGD (Unit Gawat Darurat) ini sudah nganti untuk masuk ke dalam ruangan, sementara 33 unit tempat tidur sebelumnya sudah full, sehingga harus menambah lagi 20 tempat tidur,” jelasnya.

Di sisi lain, sambung Damanyanti dengan penambahan tempat tidur seharusnya menambah juga tenaga kesehatan yang baru. Sehingga pihak rumah sakit tidak terlalu kewalahan dalam menangani pasien.

“Kalau dibilang kewalahan pasti kewalahan ya, makanya kemarin kita melakukan perekrutan untuk menambah tenaga perawat, karena pasien yang ngantri di IGD sudah meningkat untuk menadapatkan ruang perawatan isolasi Covid,” tandasnya. (cr1/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *