Pemdes Tanjungsari mengaku sudah mengajukan permohonan pembangunan kembali jembatan gantung kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun hingga pertengahan Juli 2026, belum ada tanda-tanda pembangunan fisik dimulai. “Instansi terkait memang sudah meninjau, tapi sampai hari ini belum ada informasi lanjutan kapan jembatan dibangun,” sesal Abah Ilah.
Hamiman Juanda (37), warga setempat, menuturkan keresahan warga. “Bayangkan kalau ada warga sakit parah atau melahirkan, kami harus menandu mereka, menaikkannya ke perahu karet, lalu menyeberangi sungai. Ini benar-benar bertaruh nyawa,” keluhnya.
Warga kini jenuh dengan janji dan peninjauan seremonial. Bagi mereka, setiap hari tanpa jembatan adalah satu hari lagi meminjam keberuntungan dari alam. “Kami sangat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata. Jangan tunggu ada korban hanyut baru jembatan dibangun. Kami butuh kepastian demi keamanan warga,” tegas Hamiman. (den/d)



