Sementara itu, Ketua Mitra Air di Desa Tanjungsari, Engkos (67) mengatakan, saluran irigasi sungai Cikeucil yang memiliki panjang belasan kilometer ini, untuk mengairi lahan pesawahan padi di dua desa. Diantaranya, Desa Desa Tanjungsari dan Desa Sirnaresmi Kecamatan Jampangtengah.
“Saluran irigasi ini, merupakan satu-satunya akses air untuk lahan pertanian padi di empat kedusunan, diantaranya Kedusunan Leuwidingding, Cijambe, Cileungsir dan Kedusunan Bantarsari,” katanya.
Ambruknya saluran irigasi tersebut, membuat resah para petani di Desa Tanjungsari. Untuk itu, warga yang merupakan para petani, meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar dapat segera memperbaiki saluran irigasi yang dinilai sudah tidak layak. “Jika tidak segera diperbaiki, kami khawatir lahan pertanian padi nantinya, tidak bisa ditanami lagi,” jelasnya
Ditempat terpisah, seorang petani warga Kampung/Desa Tanjungsari, Misbah (45) mengatakan, para petani di Desa Tanjungsari saat ini terus dihantui rasa was-was. Pasalnya, saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian tidak sampai ke lahan pesawahan.
“Tanaman padi saya menguning sebelum berbuah karena tidak ada air. Kalau ada pengairan, maka tanaman padi kami yang sementara berbuah dari sisa tikus masih bisa dipanen. Kalau dalam sebulan ini tidak ada air, maka terpaksa hanya bisa pasrah urut dada,”ujarnya.
Bahkan dengan kondisi ini dirinya berharap ada upaya pemerintah untuk membangun saluran irigasi yang jebol tersebut sehingga tanaman padi mereka bisa terselamatkan. Saat ini, para petani di Desa Tanjungsari tengah memasuki musim panen.
Tetapi, ada juga yang sudah memasuki cocok tanam. Seperti lahan pertanian padi di Kedusunan Leuwidingding, mereka sudah terlebih dahulu memanen padi. “Saat ini mereka banyak yang mengeluh karena lahan pertaniannya tidak bisa terailri air. Padahal, tanaman padi yang baru ditanam itu, sangat jelas membutuhkan pasokan air yang maksimal,” pungkasnya.(cr13/t)
1. Cuaca ekstrim telah menyebabkan saluran irigasi sungai Cikeucil yang lokasinya berada di Kampung Leuwidingding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, ambruk tergerus longsor.
2. Akibat longsor yang terjadi pada Februari 2018 lalu ini menggerus saluran irigasi sungai Cikeucil hingga jebol sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.
3. Ada Sekitar 715 hektare lahan pertanian padi di Desa Tanjungsari dan Desa Sirnaresmi, terancam tidak bisa ditanami padi
4. Saluran irigasi sungai Cikeucil yang memiliki panjang belasan kilometer ini untuk mengairi lahan pesawahan Desa Tanjungsari dan Desa Sirnaresmi Kecamatan Jampangtengah. Selain itu, saluran irigasi tersebut merupakan satu-satunya akses air untuk lahan pertanian padi di empat kedusunan yang ada di Desa Tanjungsari. Diantaranya Kedusunan Leuwidingding, Cijambe, Cileungsir dan Kedusunan Bantarsari
5. Saat ini, pemerintah Desa Tanjungsari telah berupaya memperbaiki saluran irigasi tersebut, dengan swadaya masyarakat. Seperti, memasang karpet dengan karung yang berisikan tanah dan batu disertai bambu untuk menutupi areal saluran irigasi yang jebol tergerus longsor tersebut.





