BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

PSBB Kota Sukabumi, Masih Banyak Pemilik Toko Yang Bingung

Terkait Kebijakan Baru Soal Jam Operasional Jualan

SUKABUMI – Hari pertama pemberlakuan kebijakan baru tentang pengurangan jam operasional pertokoan di Kota Sukabumi cukup berjalan dengan baik. Hanya saja, terdapat bebrapa toko yang memang masih cukup kaget dengan aturan baru.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Didin Syafrudin menyampaikan, hari pertama pemberlakuan kebijakan baru secara keseluruhan memang cukup berjalan dengan baik.

Hanya saja, masih terdapat kebingungan pada benak pemilik toko. Padahal, dalam aturan baru itu sudah jelas ditetapkan. Bahwa, toko busana dan sejenisnya buka sampai pukul 12:30 WIB, toko bahan bangunan, bengkel, spare part dan besi buka hingga pukul 16:00 WIB.

Adapun untuk warung, toko modern dan supermarket yang menjual bahan pokok penting dibolehkan buka hingga pukul 16:00 WIB. Untuk restoran, tempat makan dan sejenisnya hanya melayani dibawa pulang, kemudian PKL yang beroperasi dari pukul 17:00 WIB sampai pukul 20:00 WIB.

“Laporan yang kami terima, secara umum pemberlakuan aturan baru ini cukup baik. Artinya, para pemilik toko cukup taat, khususnya toko pakaian, sepatu dan busana,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat dihubungi saat dihubungi, kemarin (13/5).

Didin menyebut, pihaknya masih memaklumi di hari pertama pemberlakuan kebijakan baru tersebut. Adapun soal kebingungan dari para pemilik toko seperti elektronik dan lainnya akan kembali di sosialisasikan.

“Jadi, yang bingung itu toko penjual elektronik misalnya, konter handphone. Itu sebenarnya dibolehkan buka sampai pukul 16:00 WIB, yang tidak boleh itu adalah toko busana, pakaian,” sebutnya.

Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu, Didin Melanjutkan, hanya libur operasional bagi toko busana dan sejenisnya. Sedangkan, untuk yang lainnya berlaku sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“Intinya sih, mungkin belum semua toko faham akan kebijakan baru ini. Padahal yang paling dibantai itu adalah toko yang memicu kerumunan masyarakat, kalau seperti apotek itu tetap bisa,” tuturnya.

Sementara itu, Sri Rahayu, saha satu warga Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi yang ditemui pada salah satu pusat pembelajaan di Kota Sukabumi mengaku belum tahu atas aturan baru tersebut.

Namun begitu, saat dirinya berbelanja para petugas terus mengingatkan batasan waktu.

“Kalau tahu secara pasti sih belum pak, tapi tadi juga saat saya belanja mendekati duhur sudah ada petugas yang mengumumkan pembatasan jam,” pungkasnya. (upi/t)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button