Proyek Jalan Tol Cibadak Palabuhanratu Memasuki Babak FS dan Pembahasan DED

Tol-Sukabumi

SUKABUMI – Rencana pembangunan Jalan Tol Cibadak – Palabuhanratu (Ciratu), terus berlanjut. Bahkan, kali ini proyek yang dikelola oleh pemerintah pusat itu, tengah dilakukan Feasibility Study (FS) atau dokumen studi kelayakan proyek.

Hal demikian, disampaikan langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupeten Sukabumi, Asep Japar kepada Radar Sukabumi di aula Dinas PU Bidang Sumber Daya air (SDA) tepatnya di ruas Jalan Raya Pelabuhan II, Nomor 479 Cipanengah, Kota Sukabumi pada Jumat (26/08).

Bacaan Lainnya

“Progres pembangunan jalan tol Cibadak – Palabuhanratu (Ciratu) masih dalam tahap FS yang bertujuan untuk meyakinkan bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek perencanaan dan perancangan, aspek ekonomi atau biaya dan sumber pendanaan maupun aspek lingkungannya,” kata Asep Japar kepada Radar Sukabumi pada Jumat (26/08).

Selain memasuki tahapan FS, sambung Asep Japar, rencana pembangunan proyek jalan tol Ciratu itu, juga masih dalam tahapan pembahasan DED atau Detailed Engineering Design yang merupakan perencanaan lebih rinci dan lengkap dalam bentuk gambar-gambar design beserta spesifikasinya yang siap dilaksanakan di lapangan.

“Kalau sekarang panjang ruas jalan raya Cibadak sampai Palabuhanratu itu, hampir 57 kilometer sampai 60 kilometer. Namun, jika sudah selesai pembangunan jalan tol Ciratu itu, paling panjang di kisaran 35 kilometer sampai 40 kilometer saja,” ujarnya.

Asep-Japar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupeten Sukabumi, Asep Japar

Berdasarkan informasi sementara yang didapat Dinas PU Kabupaten Sukabumi dari pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bahwa proyek jalan tol Ciratu ini, direncanakan akan melintasi 19 desa yang berada di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Yakni, Kecamatan Cibadak, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Warungkiara, Kecamatan Bantargadung dan Kecamatan Pelabuhanratu.

“Kalau untuk titik mulanya proyek ini, dimana dan kapan akan mulai dikerjakan, kami juga belum tahu yah. Namun, kemungkinan di Cibadak antara di daerah Karangtengah Sekarwangi maupun di daerah Pawenang. Kalau anggran itu dari APBN, tapi kalau besarannya saya tidak tahu karena itu hanya pemerintah pusat. Sementara kita hanya membantu di laangan saja. Iya, karena masih dalam tahap pembahasan,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.