Pemerintah sebelumnya telah menjadikan MNC Lido City sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK berharap KEK Lido ini betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia.
“Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium,” ujar Airlangga.
KEK MNC Lido City, menurut Airlangga, juga akan menjadi kebanggaan nasional dan destinasi wisata baru di Indonesia. KEK juga diharapkan akan meningkatkan pendapatan Pemerintah Daerah dan mempercepat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) daerah serta mendorong investasi.
Kehadiran theme park dan berbagai fasilitas yang sedang dikembangkan di MNC Lido City diprediksi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 63,4 juta orang hingga tahun 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.
Sementara aliran devisa dari wisatawan mancanegara serta penghematan outflow devisa dari wisatawan Nusantara diprediksi akan mencapai US$ 4,1 miliar selama 20 tahun. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan penetapan Lido City sebagai KEK adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia ke depannya.





