Program Unggulan Walikota Sukabumi Selesai di 2023

Achmad Fahmi Musrenbang
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi bersama seluruh stake holder dan komunitas berfoto bersama usai penandatangan berita acara Musrenbang tingkat kota di Bappeda Kota Sukabumi. Foto:Istimewa

CIBEUREUM– Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi akan menyelesaikan program unggulan secara menyeluruh di Tahun 2023 mendatang.

Dimana di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 tingkat Kota Sukabumi akhir dari RPJMD 2018-2023.

Bacaan Lainnya

“Jadi saya harapkan pekerjaan rumah yang belum tuntas di RPJMD tersebut, di tahun sekarang dan tahun depan bisa tuntas,”kata Fahmi, usai menghadiri Musrenbang tingkat Kota Sukabumi, Senin, (21/3).

Sebenarnya kata Fahmi, beberapa program unggulan akan diselesaikan pada tahun 2022 ini, sehingga sisanya hanya tinggal diteruskan pada tahun 2023.

“Karena sudah komitmen, Insya Allah selesai, karena indek penilaian di 19 indikator kinerja utama (IKU) kita, dalam peringkat sangat tinggi,”ujarnya.

Sedangkan di tahun depan sendiri, lanjut Fahmi, ada empat pembangunan yang strategis di tahun 2023.

Yakni, berhubungan dengan Pilkada, penguatan jaringan sosial, kemudian penanganan pasca pandemi, dan penuntasan kawasan kumuh.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainah, mengungkapkan, jika usulan yang masuk pada musrenbang ini berjumlah sekitar 2.192.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 284 usulan dari masyarakat melalui musrenbang kelurahan hingga kecamatan, dan sisanya sebanyak 1.908 merupakan usulan dari berbagai perangkat daerah yang semuanya ssekitar 80 persen pada kegiatan fisik.

“Dari jumlah usualan tersebut tentu saja kita membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Seperti usulan dari masyarakat itu sedikitnya dibutuhkan sekitar Rp93 miliar, dan untuk memenuhi kegiatan usulan dari perangkat daerah mencapai sekitar Rp1,2 triliun,”bebernya.

Reni menambahkan, RKPD tahun 2023 itu, disusun dengan mempertimbangkan 4 isu strategis, serta 6 program prioritas yang disesuiakan dengan program yang ada Program Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“Jadi semua usulan tersebut nantinya akan kita mix (campur), mana yang menjadi masuk pada prioritas pertama, dan mana yang masuk ke program ke dua,”pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.