Prayoga, Remaja Obesitas Meninggal

  • Whatsapp
MENGENANG: Wahyu Prayoga (17), remaja asal Kampung Babakan Cikampeng, RT 1/4, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes sempat mengutarakan keinginannya ingin sembuh. FT: DOK RADAR SUKABUMI

KEBONPEDES, RADARSUKABUMI.com – Setelah melawan penyakit yang dideritanya selama dua tahun, Wahyu Prayoga (17), remaja asal Kampung Babakan Cikampeng, RT 1/4, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, akhirnya meninggal dunia, pada Rabu (31/7) sekira pukul 18.00 WIB lalu. Jenazahnya dikebumikan di kampung halamannya.

Seperti diketahui, Wahyu Prayoga ini mengidap penyakit kanker pankreas selama dua tahun ini. Akibat sakitnya ini, tubuhnya mengalami kelebihan berat badan yang tidak wajar dengan usianya. Tak tanggung-tanggung, berat badan Wahyu saat itu mencapai 1,2 kwintal. Dokternya menyebut penyakit ini dengan obesitas.

Bacaan Lainnya

Kepada Radar Sukabumi, sang ayah, Engkos (65) mengaku menyesal karena tidak bisa membawa anaknya itu ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk berobat lebih lanjut. Itu karena, keterbatasan biaya yang membuatnya tidak bisa membawa anaknya itu. “Saya merasa sedih karena tidak bisa membawanya berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” ujar Engkos, kemarin (1/8).

Sebelum meninggal dunia, sambung Engkos, remaja ini sering dibawa ke rumah sakit di Sukabumi menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, berdasarkan pemeriksaan tim medis, Yoga yang divonis sudah akut mengidap obesitas ini, harus segera dirujuk untuk mendapatkan tindakan serius dari tim medis yang di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. “Saya belum bisa membawa anak saya ke RSHS Bandung, karena terkendala biaya akomodasi. Ya, kalau biaya pengobatannya memang gratis,” paparnya.
Awalnya, Engkos mengaku tidak percaya, Yoga yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara ini meninggalkan ia sekeluarga untuk selamanya. “Tadi pagi, anak saya sudah dikebumikan. Mohon doanya,” bebernya.

Sementara itu, Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengatakan, remaja yang meninggal akibat mengidap obesitas tersebut sudah dua tahun menjalani pengobatan di rumah sakit Sukabumi. “Namun saat hendak di rujuk ke Bandung, pihak keluarga mengaku terkendala soal transportasi dan biaya menginap selama perawatan di Bandung,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Kebonpedes sudah berupaya maksimal dan melakukan koordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Kebonpedes, Kepala Desa Jambenenggang agar memfasilitasi anak tersebut supaya mendapat perawatan medis. “Saya sudah dua kali menengok almaruhum ke rumahnya. Namun, saat kami hendak bawa ke Bandung pada beberapa bulan lalu, pihak keluarga menolak dengan alasan menunggu orang tuanya pulang dari rumah sakit, karena sedang sakit menjalani operasi usus buntu dan jantung,” imbuhnya.

Atas kepergian Yoga, pemerintah Kecamatan Kebonpedes mengaku turut berduka atas kepergiannya. “Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.

 

(Den/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *