BERITA UTAMA

Potret Tiga Bangunan SDN Cibolang Terancam Ambruk, Siswa Cerita Terpaksa BAB di Solokan

×

Potret Tiga Bangunan SDN Cibolang Terancam Ambruk, Siswa Cerita Terpaksa BAB di Solokan

Sebarkan artikel ini
BUTUH BANTUAN : Kondisi bangunan SDN Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, rusak berat.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
BUTUH BANTUAN : Kondisi bangunan SDN Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, rusak berat.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Kondisi tiga dari empat bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibolang, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, sangat memprihatinkan.

Bagaimana tidak, tiga bangunan sekolah tersebut, selain banyak genteng yang bolong, plafon rusak, juga banyak kayu penyangga yang lapuk akibat termakan usia.

Bank bjb Tandamata

Komite SDN Cibolang, Iyang Ridwan mengatakan, sekolah yang berdiri sejak tahun 1970-an ini, dikabarkan telah terakhir direnovasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bertahun-tahun lalu. Sejak itu, bangunan kembali mengalami kerusakan, bahkan beberapa bagian atap sudah ambruk.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan, bahkan saya pernah bertanya langsung ke orang Dinasnya. Katanya sudah masuk dalam daftar, tapi kenyataannya sampai sekarang belum ada perbaikan,” kata Iyang pada Senin (24/02).

Kondisi sekolah yang hampir roboh membuat kegiatan belajar mengajar terganggu. Dari enam ruangan yang ada, hanya dua yang masih bisa digunakan, sementara tiga ruangan lainnya rusak berat. Akibatnya, siswa terpaksa belajar secara bergantian.

“Jumlah siswa ada sekitar 140 anak, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Karena keterbatasan ruangan, mereka harus belajar bergiliran. Kalau kelas satu sudah selesai, baru kelas lainnya masuk. Kami khawatir kalau terus dipaksakan, bangunan bisa roboh sewaktu-waktu dan membahayakan siswa,” tambahnya.

Selain ruang kelas, fasilitas toilet juga dalam kondisi tidak layak. Toilet yang ada sudah tidak bisa digunakan, sehingga banyak siswa terpaksa buang air di sembarang tempat.

“Anak-anak yang rumahnya dekat bisa pulang kalau mau buang air kecil. Tapi yang rumahnya jauh? Mereka lari ke solokan atau tempat lain. Ini sangat tidak layak untuk sekolah,” ujar Iyang.

Menurutnya, SDN Cibolang merupakan satu-satunya sekolah dasar di Desa Mangkalaya. Sayangnya, minimnya perhatian dari pemerintah membuat kondisi sekolah semakin buruk. Hal ini juga berdampak pada menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di sana.

“Sekolah ini sudah ada sejak tahun 70-an dan baru dua kali direnovasi. Saya heran, padahal lokasi sekolah ini dekat dengan kota dan akses jalannya mudah. Tapi kondisinya seperti di pelosok dan tidak diperhatikan,” keluhnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera turun tangan untuk merenovasi sekolah ini demi keselamatan siswa dan meningkatkan kembali minat masyarakat dalam menyekolahkan anak mereka di SDN Cibolang.

“Kami khawatir kalau ini dibiarkan, bangunan bisa ambruk sewaktu-waktu. Kami mohon agar sekolah ini segera diperbaiki,” pungkasnya. (den/d)