Polres Sukabumi Gerebek Tempat Karaoke di Citepus, Tiga Perempuan Positif

  • Whatsapp
Karaoke Citepus Sukabumi
TEGANG: Situasi penggerebegan tempat karoke di Jalan Raya Citepus-Palabuhanratu yang diduga melanggar aturan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Kalau kita melihat sarana, fasilitas (karoke) sudah ada tapi nanti kita perdalam lagi pemeriksaan, baik manager maupun pemilik tempat usaha ini apakah memiliki izin atau tidak masih kita cek tapi yang pasti kita dapat pastikan bahwa tempat usaha ini sudah menyalahi jam operasi PPKM Darurat,” ujarnya.

Polisi dan Satpol-PP terlihat menggiring belasan muda-mudi yang terlihat di dalam ruangan karoke untuk dibawa Mapolres Sukabumi dan dilakukan tes sweb. “Ada 17 orang yang disweb dan hasilnya non reaktif semua,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Sukabumi AKP Kusmawan mengatakan, dari 24 orang laki-laki dan perempuan yang dites urine, 3 di antaranya positif sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu atau amphetamin.

“Ya, yang tes urine seluruhnya sekitar 24 orang lakilaki dan perempuan. Di antaranya 14 laki-laki dan 10 orang perempuan. Hasil dari cek urine itu 3 orang perempuan positif sebagai penyalahguna amphetamin atau narkotika jenis sabu,” ujar Kusmawan kepada Radar Sukabumi, Sabtu (17/07) melalui aplikasi perpesanan.

Ia menjelasakan, tiga orang perempuan yang dinyatakan positif sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu itu, di antaranya berinisial RG (25), VK (23), dan FN (20). Rencananya tiga orang ini akan direhabilitasi agar mereka mendapatkan pemeriksaan secara asesmen medis maupun sosial.

“Rehabilitasi tersebut tujuannya agar bisa ketahuan sudah berapa lama menggunakan zat narkotika atau masih ada zat kandungan obat-obatan terlarang lainnyayang ada di dalam tubuhnya,” jelas dia.

Lanjut Kusmawan, sehingga bisa ketahuan dengan maksud bila diasesmen di tempat rehab akan mendapatkan penyuluhan dan pembinaan.

“Itu semua kita perlu yang bertanggung jawab atas rehabilitasnya tersebut, supaya terkontrol oleh keluarga masing-masing penyalahguna,” jelasnya.

Ia mengaku sudah menghubungi keluarga tiga orang perempuan itu agar mengetahui peristiwa yang dialami oleh anaknya tersebut. “Semantara ini kami sudah menghubungi keluarganya agar mengetahui peristiwa yang dialami oleh anaknya,” tandasnya. (cr1/e)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *