Dirinya mengaku, langkah politik yang dilakukan PPP pasti melewati berbagai pertimbangan. Salah satunya suara kader dari tingkat bawah dalam hal ini PAC dan lainnya.
“Politik itu kan dinamin dan bisa berubah dalam hitungan detik. (pertemuan) belum ada finaliasi baik itu koalisi maupun pasangan. Ini baru menyamakan persepsi saja. Kami masih terbuka,” lanjut Yusuf.
Saat ditanya bagaimana dengan koalisi Hejo Ludeung yang sudah terbangun, Yusuf menjelaskan, bahwa koalisi tersebut masih utuh dan berjalan dengan mendukung Adjo Sardjono.
“Hejo Ludeung masih berjalan, jadi bisa kemungkinan Reni-Adjo atau yang lainnya, sehingga lobi-lobi politik ini masih berjalan,” pungkasnya.
Hal serupa juga dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kabupaten Sukabumi, Yudhi Suryadikrama.
Dirinya mengaku pertemuan tersebut hanya sebagai silaturahmi dan safari politik yakni PPP menyambangi kantor PDI-P. “Ini belum final, hanya silaturahmi saja. Jika sudah final, kami undang insan pers,” ungkap Yudhi.
Dalam acara silaturahmi tersebut dalam rangka safari politik saja. Yang nantinya akan dibahas di tingkat DPC dengan PAC dengan dibentuknya Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab).
“Itu kan PPP mendatangi PDI-P, tidak ada tulis menulis soal kesepakatan atau komitmen koalisi,” jelasnya.(nur/*)






