Perkara Burung, Pria di Cicurug Sukabumi Terancam Dikurung

  • Whatsapp
Petugas mengamankan salah satu burung kakaktua yang dipelihara secara ilegal oleh FJ, warga Kampung Tenjolaya, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Seorang pria asal Kampung Tenjolaya Rt 04/04, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi berinisal FJ kini terancam dikurung penjara oleh polisi. Ini lantaran tersangka yang menangkar ratusan burung dilindungi diciduk oleh Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri.

Kasubdit 1 Tipidter Kombes Pol Muh Zulkarnaen mengungkapkan, FJ terbukti telah melakukan dugaan tindak pidana dengan menyimpan, memiliki, memelihara dan mengangkut satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup di Kampung Tenjolaya Rt 04/04, Desa Cisaat,Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“FJ telah melakukan perkara dugaan tindak pidana dengan menyimpan, memiliki, memelihara dan mengangkut satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup sebagai mana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” terangnya dalam pres rilis yang dilakukan Tipidter Bareskrim Polri, Kamis (14/1/2021).

Setelah mendapat laporan, Penyidik Subdit I Direktorat Tipidter Bareskrim Polri bersama-sama dengan Polres Sukabumi, Polda Jawa Barat, Tim dari Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hayati Ditjen KSDAE dan Balai Besar KSDA Provinsi Jawa Barat melakukan pengecekan kelokasi penangkaran burung di Cicurug Sukabumi.

“Kami langsung bergerak bersama tim lainya ke lokasi penangkaran satwa-satwa yang dilindungi ini,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 53 ekor Kakatua Maluku/Merah (Cacatua Moluccensis), 22 ekor Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea), 12 ekor Kakatua Putih, 4 ekor Kakatua Tanimbar, 38 ekor Kakatua Koki, 47 ekor Nuri Bayan, 5 ekor Kasturi Kepala Hitam, 3 ekor Gelatik Jawa.

“Selanjutnya, untuk identifikasi Satwa, evakuasi dan penitipan barang bukti diserahkan ke Lembaga Konservasi,” ujarnya.

Adapun modus Operandi yang dilakukan oleh FJ selaku penangkar kedapatan memiliki, menyimpan, memelihara dan mengangkut satwa liar yang dilindungi berupa burung yang terdiri dari 8 jenis yang berjumlah 184 ekor tanpa di lengkapi dengan dokumen yang sah.

“Satwa-satwa yang dilindungi ini dikembangbiakkan dan diduga di perniagaan oleh FJ,” tandasnya. (upi/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *