SUKABUMI – Aksi nekat seorang perempuan berinisial GPR (34) yang mencoba menyelundupkan obat-obatan terlarang ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara berhasil digagalkan petugas, Senin (23/6).
Modus yang dilakukan pelaku sungguh mencengangkan, GPR menyembunyikan kapsul berisi zat terlarang di area sensitif tubuhnya, tepatnya di sekitar alat vital, guna mengelabui pemeriksaan petugas keamanan.
Upaya penyelundupan ini terungkap saat GPR datang ke Lapas untuk menjenguk salah seorang narapidana kasus kesehatan (sediaan farmasi). Namun, gerak-geriknya yang mencurigakan membuat petugas perempuan yang bertugas melakukan pemeriksaan tubuh segera meningkatkan kewaspadaan.
“Kami rutin melakukan pemeriksaan terhadap setiap pengunjung, baik barang bawaan maupun tubuh mereka dengan alat deteksi dan prosedur ketat,” ungkap Kepala Lapas Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas.
“Saat itu, petugas kami mencurigai gelagat pengunjung wanita tersebut, sehingga melakukan pemeriksaan ketat,” imbuhnya.
Masih kata Panji, kecurigaan petugas terbukti benar. Setelah dilakukan penggeledahan lebih mendalam, ditemukan sejumlah kapsul mencurigakan yang telah dibungkus rapi dan disembunyikan di area vital tubuh pelaku.
“Petugas kami menunjukkan profesionalisme dan kepekaan tinggi dalam menjalankan tugas,” terangnga.
“Akhirnya berkat hal itu, penyelundupan bisa digagalkan sebelum barang haram tersebut masuk ke dalam lapas,” imbuhnya.
Lebih lanjut Panji menerangkan, barang bukti langsung diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sementara GPR saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi.
Masih kata Panji, pihak Lapas Warungkiara menyatakan akan terus memperketat sistem pengawasan terhadap seluruh aktivitas di dalam lembaga pemasyarakatan, termasuk kunjungan keluarga maupun pengiriman barang.
“Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran hukum. Upaya penyelundupan, sekecil apa pun, akan kami tindak tegas. Pemberantasan narkoba dan obat-obatan terlarang adalah komitmen kami,” tegasnya. (Ndi






