Peran Ibu dalam Ketahanan Pangan Keluarga Pada Masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Reny Sukmawani

Oleh: Reny Sukmawani
(Dosen Prodi Agribisnis – Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi)

Ibu dalam keluarga memiliki peran yang sangat penting. Ibu dalam keluarga merupakan sosok hebat yang multitalent. Bagaimana tidak, tugas ibu dalam keluarga adalah semua urusan dari A hingga Z yang secara umum semuanya dapat dituntaskan tanpa lelah dah jauh dari kata mengeluh.

Bacaan Lainnya

Ibu harus dapat menjadi seoramg manajer yang mengatur semua urusan rumah tangga dan mengkoordinasikan semua anggota keluarga dalam mencapai tujuan hidup semua anggota keluarga.

Ibu juga harus mampu berperan sebagai guru yang mendidik putra putrinya di rumah.

Melalui peran ini seorang ibu dapat membentuk karakter dan kebpribadian anak.

Ibu juga harus jadi teladan dalam keluarga bagi anggota keluarga lainnya. Selain itu ibu juga harus mampu berperan sebagai juru masak, juru rawat bahkan akuntan dalam keluarga.

Bagaimana agar keluarga tercukupi kebutuhan makanannya, merawat kesehatan keluarga dan mengelola keuangankeluarga adalah hal penting dalam keluarga yang harus dijalankan oleh sosok ibu.

Semua peran tersebut harus dapat dijalankan oleh semua ibu dalam kondisi apapun, termasuk pada masa pandemic Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang sudah dilewati dalam waktu hampir 10 bulan terhitung sejak bulan Maret 2020 telah banyak mempengaruhi tatanan hidup di masyarakat.

Begitu pula dala keluarga, dampak Covid-19 yang menimpa hampir semua sektor di negeri kita ini begitu terasa.

Dampak tersebut salahsatunya dirasakan dari aspek ekonmi yang menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Pangan atau ketahanan pangan merupakan topik menarik yang banyak diperbincangkan oleh berbagai pihak sebagai konsekuensi dari dampak penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Setelah bergulat degan masalah kesehatan dan daya beli masysrakat, pasokan pangan dan pemenuhan kebutuhan pangan hingga di tingkat rumah tangga (keluarga) menjadi isu sentral yang perlu penanganan sesegera mungkin.

Ketahanan pangan bukan berarti tahan tidak makan , bukan pula menahan-nahan makanan kita untu beberapa periode.

Sesuai dengan UU No 18/2012 dan Peraturan Pemerintah RI No. 17 tahun 2015, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Ketahanan pangan ini harus menjadi perhatian karena merupakan kebutuhan yang paling dasar bagi setiap individu selain sandang, dan papan.

Ketahanan pangan yang terganggu akan berakibat terganggunya status kesehatan individu yang pada akhirnya akan menurunkan aktivitas produktif individu tersebut.

Berdasarkan hal tersebut ketahanan pangan dalam keluarga harus senantiasa terjaga, dan ibu memiliki peran penting dalam menjaganya.

Banyak hal yang dapat dilakukan seorang ibu untuk membantu kepala rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan keluarganya.

Pandemi Covid-19 lebih memicu lagi peran yang produktif bagi setiap ibu untuk memaksimalkan perannya demi menjaga ketahan pangan keluarga.

Peran tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya:
pertama, membangun pola makan keluarga, dimana ibu memiliki peran penting dalam mengambil keputusan pangan.

Putusan ibu untuk memasak apa dan atau memilih pola pangan bagaimana sangat penting dalam membangun ketahanan pangan keluarga, karena pengambilan keputusan yang tepat dalam memilih pola pangan akan berpengaruh terhadap kesehatan anggota keluarga.

Kedua, menetapkan skala prioritas dalam mengelola keuangan keluarga. Belanja sesuai kebutuhan prioritas ini akan menjadi landasan bagi ibu dalam mempertimbangkan alokasi keuangan keluarga untuk kebutuhan pangan keluarga.

Kemampuan seorang ibu untuk mengatur ekonomi keluarga akan sangat berpengaruh pada ketahanan pangan keluarga.

Ketiga, mengupayakan diversifikasi pangan dengan mengonsumsi pangan lokal, dan menyediakan pangan untuk konsumsi secara beragam dengan tetap mempertahankan gizi yang berimbang untuk dikonsumsi semua anggota keluarga.

Keempat, meningkatkan kreatifitas bagi terpenuhinya kebutuhan pangan keluarga.

Kreativitas itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan untuk bertanam tanaman kebutuhan keluarga, menanam makanan sendiri di halaman rumah dan mengolah hasil tanaman dengan beragam menu.

Saat ini telah banyak gerakan pertanian kota seperti Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Lumbung Hidup, Pipir Diurus (Pirus) dan lain-lain yang diinisiasi oleh banyak kalangan. Inisiatif ini sangat bagus diterapkan di tingkat rumah tangga dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Ibu memiliki peran luar biasa dan dapat menjadi kunci dalam menjaga dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Pandemi Covid-19 bukanlah halangan bagi seorang ibu untuk tetap dapat melaksanakan perannya dengan baik demi kebaikan keluarga.

Ibu dapat melakukan banyak kegiatan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dengan berbagai upaya.

Betapa hebatnya ibu sehingga sosok ibu sangat penting pengaruhnya dalam keluarga. Semoga kita selalu dapat menghargai upaya para Ibu dan semoga kita dapat menjadi ibu yang baik. Selamat Hari Ibu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *