Pendiri Viking Kutuk Tragedi Kanjuruhan, Tiket Sold-out Persija Vs Persib Ditunda

Suporter Persib Bandung menggelar aksi Lilin
Suporter Persib Bandung menggelar aksi Lilin dan berdoa bersama untuk para korban di Stadion Kanjuruhan Malang di Cikapayang, Kota Bandung, Minggu (2/9).(TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

BANDUNG – Pendiri Viking Heru Joko menyebutkan seharusnya tadi sores (2/10) Persib Bandung sudah menggelar laga kandang melawan Persija Jakarta. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu sedianya berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat, pukul 16.00 WIB. Namun, adanya tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) berdampak pada penghentian liga. Laga Persib versus Persija pun tak bisa digelar sesuai jadwal.

Pendiri Viking Heru Joko saat ditemui di Graha Persib, Kota Bandung, menyesalkan insiden yang terjadi di Kanjuruhan. Apalagi, tragedi tersebut menelan korban jiwa yang sangat banyak. ”Saya kaget. Sangat merasa kehilangan. Animo di Malang sangat besar. Saya tidak bisa membayangkan betapa memilukannya tragedi di sana. Kami berduka yang sedalam-dalamnya,” ucap dia.

Bacaan Lainnya

Terkait pertandingan Maung Bandung versus Macan Kemayoran yang ditunda, Heru juga menyayangkan. Sebab, tiket pertandingan sudah sold-out. Persija juga sudah sampai di Bandung sejak Sabtu malam. Lalu, Viking pun telah menyiapkan koreografi di tribun timur GBLA. ”Tapi, insiden yang terjadi di Kanjuruhan merupakan kejadian besar. Kami harus menerima (penundaan pertandingan, Red),” tutur mantan ketua umum Viking tersebut.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono menilai keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menunda pertandingan Persib kontra Persija sangat tepat. Sebab, insiden di Kanjuruhan tak hanya menjadi duka sepak bola Indonesia, tapi juga merupakan catatan kelam bangsa Indonesia.

”Jadi, kami mendukung penundaan ini sampai waktu yang akan ditentukan kemudian. Musibah ini harus jadi pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai ada lagi korban jiwa di sepak bola Indonesia,” tegas Teddy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *