“Kami mendesak Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi untuk menindaktegas perusahaan-perusahaan yang diisukan oleh APINDO melakukan PHK besar – besaran, karena ada indikasi pada perusahaan tersebut tidak menjalankan kepatuhan diantaranya melakukan kerja paksa karena kerja lembur karyawan tidak dibayar, itu merupakan sebuah pelanggaran, “tegasnya.
Dirinya berharap, kepada Apindo yang mayoritas merupakan karyawan di perusahaan-perusahaan Garment yang notabenenya perusahaan asing, diharapkan Apindo menjadi penyambung lidah para bosnya di perusahaan agar bosnya yang kebanyakan orang asing tersebut patuh dan tunduk untuk menjalankan hak-hak normatif terhadap buruh.
“Apido jangan cuma teriak-teriak saat kondisi Sulit, tapi untung bertahun-tahun diam saja dari keuntungannya, tanpa sharing keuntungannya untuk mensejahtrakan para buruhnya, “tukasnya. (hnd)






