Pasca Gempa M5.8 di Sukabumi, Nelayan Diminta Tidak Melaut

GEMPA BUMI
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar saat diwawancara

SUKABUMI – Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar menghimbau nelayan dan masyarakat pesisir pantai untuk tetap waspada dan berhati-hati pasca gempa bumi berkekuatan 5,8 Magnitudo yang terjadi, Kamis (8/12). Meski pun saat ini, kondisi air laut tidak ada perubahan atau normal.

“Jadi pasca gempa untuk kawasan pantai Palabuhanratu, dan di pantai sepanjang Kabupaten Sukabumi pasca gempa tadi pagi, alhamdulillah kondisi pantai dan air laut normal. Namun kami menghimbau masyarakat maupun nelayan agar tetap waspada,” pinta Tenda kepada Radar Sukabumi, Kamis (8/12).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan yang dilakukannya sejak pagi pasca gempa hingga menjelang sore, ditambah laporan dari personel dilapangan, kondisi ombak laut tidak mengalami perubahan. Mulai dari pantai Ujung Genteng hingga Cisolok kondisinya normal.

“Saya juga terus memonitor dari BMKG bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami. Kita terus pantau kondisi ombak. Hingga sore ini masih normal,” jelasnya.

Dan dari hasil pengamatan dan laporannya yang diterima personel dilapangan, sejauh ini wilayah Palabuhanratu tidak ada yang terdampak terutama di pesisir pantai. Meski begitu, pihaknya tetap menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada.

“Sesuai prakiraan BMKG, titik gempa terjadi di Kota Sukabumi. Alhamdulillah untuk di Palabuhanratu tidak berdampak. Meski tadi memang getaran gempa dirasakan juga sampai sini (Palabuhanratu- red),” terangnya.

“Untuk antisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan, saya tadi patroli mengimbau nelayan untuk tidak melaut. Karena kondisi cuaca sedang kurang bersahabat,” sambungnya.

Sementara, untuk para wisatawan atau pengunjung dipersilahkan datang dan berlibur di pantai. Namun, tetap diminta untuk tidak berenang. Pasalnya, cuaca di wilayah Palabuhanratu saat ini tidak menentu atau kurang bersahabat.

“Bagi pengunjung silahkan saja berlibur ke Pantai Palabuhanratu. Tapi kami mengimbau untuk tidak berenang di laut. Ombak sewaktu-waktu bisa berubah. Terjadi pasang surut,” tandasnya. (cr2/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *