Pamit Antar Teman, Siswa SMK Asal Nagrak ini Jadi Korban Tawuran Malam Hari di Pamuruyan Cibadak

  • Whatsapp

SUKABUMI — AF, Siswa di salah satu SMK swasta Cisaat harus meregang nyawa dengan penuh luka digang sempit Kampung Pamuruyan RT (01/01) tak jauh dari jalan raya Cibadak, sekira pukul 02.00 WIB. Padahal sebelumnya siswa yang merupakan warga asli kecamatan Nagrak tersebut berpamitan kepada orang tuanya untuk mengantarkan temannya pulang pada pukul 21:30 WIB

Berdasarkan keterangan warga memang sebelumnya warga sempat mendengar keributan sebelum melihat korban terkapar penuh darah sekitar 10 meter dari ruas jalan Nasional Cibadak-Jakarta. Adapun ciri-cirinya korban mengenakan kemeja lengan panjang hijau tua dengan celana olahraga.

Bacaan Lainnya

Melihat ada korban sejumlah warga kemudian melaporkan kejadian ini ke kepolisian, tak selang waktu lama pihak polisi datang dan melakukan olah TKP dengan memintai keterangan dari kepolisian. Kemudian untuk jenazah sendiri dibawa ke RSUD Sekarwangi.

“Awalnya kami mendapatkan laporan dari warga ada seorang pelajar SMK di Sukabumi tewas dengan luka robek di punggung dan paha atas sebelah kanan. Korban inisial AF warga Nagrak,” kata Panit Reskrim Polsek Cibadak Ipda Sapri kepada wartawan.

Diduga, korban yang terlibat tawuran memang sebelumnya sudah melakukan janjian untuk melakukan tawuran dengan pelajar lain. Hal tersebut dilihat dari chatingan dengan sekolah lain.

Saat ini, Tim gabungan Satrekrim Polres Sukabumi dan Polsek Cibadak memburu pelaku pembunuhan atau penganiayaan berat yang menyebabkan tewasnya pelajar darah.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila menjelaskan dari TKP, petugas diperoleh informasi dari bahwa sekitar jam 01.00 WIB terdengar keributan atau perkelahian beberapa orang. Terdengar suara bising dari banyak sepeda motor yang berada di lokasi kejadian. Warga maupun petugas tidak menemukan terduga pelaku atau teman korban. Hanya korban tergeletak di jalan gang bersimbah darah.

“Betul informasi warga melihat beberapa orang kabur menggunakan sepeda motor sambil memegang senjata tajam,” cetusnya

Hingga kini, Polisi masih terus mendalami informasi dari para saksi. Tim mulai mengejar informasi kelompok pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas. (hnd)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *