Obok-obok Kamar Napi, Petugas Lapas Kelas IIB Sukabumi Temukan Barang Terlarang

  • Whatsapp
Sejumlah Petugas Lapas Kelas IIB Sukabumi saat melakukan penggeledahan terhadap para Napi.

SUKABUMI — Mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi kembali melakukan penggeledahan semua kamar para Narapidana (Napi). Alhasil, petugas banyak menemukan barang terlarang.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar mengatakan, penggeledahan kamar Napi ini sejalan dengan pengarahan dari Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen PAS kepada seluruh Ka KPLP, Ka KPR, Kasi Wasgakin LPKA, Kasubsi Keamanan Lapas Kelas III se-Indonesia beserta jajaran terkait gangguan keamanan dan ketertiban.

Bacaan Lainnya

“Sidak ini dilakukan dibeberapa kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) diantaranya, Blok B Kamar 3, Blok C Kamar 7 dan Blok Dahlia ( kamar Wanita),” kata Christo kepada Radar Sukabumi, Jumat (10/6).

Christo membeberkan, dalam Sidak tersebut ditemukan barang terlarang seperti, sembilan botol kaca, tiga cermin, empat gunting, dua jamtangan rusak, dua cukur jenggot, tiga korek bensin, tiga pisau cutter, dua kabel rusak, dua terminal listrik rakitan, dua speaker, dua gunting kuku, tiga selang, satu sikim, satu paku, satu alat penyaringan aquarium, dua kepala charger, empat USB, satu zippo, satu vape, satu liquid vape, satu dinamo, dua gulung kawat, satu asahan pisau, satu set obeng kecil, satu paku dan satu adaptor.

“Semua temuan barang terlarang ini kami amankan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menurutnya, Sidak hunian kamar para Napi ini dilakukan bukan kali pertamanya namun sudah menjadi agenda rutin Lapas Kelas IIB Sukabumi. “Kami akan rutin melakukan penggeledahan demi menciptakan kondisi yang aman dan tertib,” imbuhnya.

Christo menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. “Tentunya kami tidak lengah dalam menerapkan Prokes sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (bam/t)

Pos terkait