Sementara, SRU kedua melakukan pencarian dengan menyisir melalui jalur udara menggunakan drone.
“Nah, di SRU ketiga personil gabungan melakukan pencarian dengan pengamatan visual melalui jalur darat di sepanjang bibir pantai hingga sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian,” paparnya.
Sementara itu, Koordinator FKSD Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri mengatakan, tim SARDA Kabupaten Sukabumi telah menerjunkan sejumlah personelnya untuk melakukan pencarian mahasiswa yang tenggelam di pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap itu.
“Pada operasi serching area kali ini, petugas telah menyisir sepanjang 5 sampai 10 mil.
Sementara tim, kami bagi menjadi dua segment, seperti penyisiran laut menggunalan perahu nelayan dan penyisiran pantai dilakukan pemantauan visual di lokasi Tempat Kejadian Musibah (TKM),” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, keindahan pantai Selatan Sukabumi kembali menelan korban jiwa.
Kali ini, satu dari dua wisatawan asal Tengerang Selatan telah terseret ombak di Pantai Pangumbahan, tepatnya di wilayah Konservasi Penyu Pangumbahan sekitar Pos 2, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8).
Peristiwa yang terjadi sekira pukul 17.45 WIB ini, bermula saat Athalla Nadhif Naufaldy (19) dan Zayyan (18) warga Kebayoran Vilage Bintaro, Sektor 7, Tangerang Selatan, bermain air di pantai tersebut. Namun, tiba-tiba kedua wisatawan ini terbawa gelombang arus.
Saat dua wisatwan ini tergulung ombak, satu diantaranya yang bernama Athalla berhasil menyelamatkan diri.
Sementara satu temannya yang bernama Zayyan hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
“Sudah memasuki hari ke dua pencarian korban belum kami temukan. Insya Allah pencarian akan kami lanjutkan besok dengan memperluas area penyisirannya,” pungkasnya. (Den)






