BERITA UTAMA

Nakes dan ASN ‘Bertumbangan’, Puskesmas Karawang Tutup

×

Nakes dan ASN ‘Bertumbangan’, Puskesmas Karawang Tutup

Sebarkan artikel ini
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Karawang, Jalan Raya Selabintana Km 5, Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi terpaksa ditutup.

Puskesmas Karawang sengaja ditutup sebagai salah satu bentuk upaya dalam memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

“Jadi semua pasien telah dilakukan isolasi mandiri dan tidak boleh memaparkan kepada yang lainnya. Nah, sekarang pasien yang terkonfirmasi positif itu, masih dalam tahap penyembuhan. Karena disana ada penanggung jawab secara tim medisnya, yaitu dokter Elis dan dokter Linda,” timpalnya.

Bank bjb Tandamata

Rika pun mengulas terkait alur penularan virus corona di Puskesmas Karawang. Memang belum diketahui secara pasti dari siapa ke siapa, lantaran kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan epidemologi oleh Satgas GTPP Covid-19 Kabupaten Sukabumi.

“Kalau untuk awal mula penyebabnya kita belum mengetahui secara pasti. Sebab, saat ini masih dalam tahap penyelidikan epidemologi. Iya kita sedang dalam proses tracking, testing kontak erat dan tracing.

Namun yang pasti, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, semuanya berjenis kelamin perempuan. Iya, kalau Nakes mereka berprofesi sebagai bidan,” tandasnya.

Pihaknya menambahkan, lima pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, kini tengah menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat tim medis khusus Covid-19. Kebanyakan, mereka mengalami penyakit gejala ringan. Seperti gangguan pada penciuman dan ada juga sebagain pasien yang mengalami demam.

“Meski demikian, kini lima pasien yang positif itu, kondisinya sudah berangsur membaik. Sekarang mereka masih dalam tahap penyembuhan,” pungkasnya.

Sementara itu, GTPP Covid-19 Kota Sukabumi, mencatat sepanjang 10 bulan terdapat 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) dilingkungan Pemkot Sukabumi terpapar virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih mengatakan, dari 80 ASN dan THL yang terpapar ini 20 orang diantaranya masih menjalani isolasi. “Semua yang terpapar ini, statusnya orang tanpa gejala (OTG) dan diisolasi mandiri,” kata Rita kepada wartawan, Rabu (18/11).(den/bam/t)