Momen Hari Buruh di Sukabumi, DPC FSB KIKES KSBI Geruduk Gedung DPRD

Hari Buruh di Sukabumi
Suasana saat ribuan buruh gelar aksi damai di depan gedung DPRD Kabupaten Sukabumi.

PALABUHANRATU – Ratusan buruh yang tergabung dalam DPC FSB KIKES KSBI (Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Kimia Umum Farmasi dan Kesehatan Konfederasi Serikat Buruh seluruh Indonesia) Sukabumi Raya geruduk gedung DPRD Kabupaten Sukabumi jalan komplek perkantoran jajaway Palabuhanratu.

Kedatangan ribuan buruh tersebut, ke gedung DPRD dalam rangka momentum peringatan hari buruh ini yang jatuh tanggal 1 Mei 2024 untuk menyuarakan aspirasi aspirasinya kepada pemerintah melalui anggota DPRD dan juga dinas terkait yang dianggap merugikan.

Bacaan Lainnya

Ketua DPC FSB KIKES KSBI Nendar Supriatna saat diwawancara mengatakan kedatangannya untuk menyuarakan aspirasi, salah satunya meminta DPRD memanggail ketua LKS Tripartit dalam hal ini kepala daerah menyoal perpanjangan SK nya yang telah habis masa jabatan di tahun 2023 lalu dan hingga belum ada perpanjangan, sementara serikat buruh diminta verifikasi oleh dinas tenaga kerja berapa jumlah anggota.

Tidak hanya itu, kata Nendar lagi banyak persoalan yang harus disampaikan kepada kepala daerah, sebagai bentuk tanggung jawab serikat buruh untuk memberikan saran pendapat terhadap tripartit.

“Kami minta DPRD memanggil ketua LKS tripartit, kenapa SK tidak diperpanjang, selama ini anggarannya di pakai untuk apa, karena sepanjang SK lama saja tidak pernah ada kegiatan, kalau dulu ada kita ada kegiatan, kita diundang dikumpulin apa aspirasi masing masing baik dari Apindo, maupun dari serikat pekerja,” ujar Nendar.

Sementara, lanjut Nendar hari ini banyak persoalan persoalan dilapangan, salah satunya di kabupaten Sukabumi belum lama ini terdapat salah seorang buruh yang terjadi kecelakaan kerja dan harus diamputasi, dan ketika serikat buruh ingin menyampaikan persoalan ke ketua LKS Triparti tersebut kesulitan.

“Kita juga ingin DPRD menyampaikan ke DPRI khususnya komisi 9 dan 11, yang salah satunya ada duduk di komisi itu yang mewakili kabupaten Sukabumi, berarti dia salah satu yang menandatangani UU yang hari ini merugikan kawan kawan buruh,” jelasnya.

“Itu yang ingin kita sampaikan, bahwa kawan kawan menolak mengenai pemberlakuan jaminan hari tua diambil di usia 56 tahun, dan ada pembuatan dua akun di UU terbaru ini, karena UU itu dibuat sangat minim partisipasi dari kawan kawan buruh, sehingga seperti pasal yang di gelapkan, diselundupkan,” imbuhnya.

Masih kata Nendar, belum lagi persoalan pungli yang sempat ramai dan diyakininya terjadi bukan hanya di satu perusahaan, hal itu diketahui setelah melaksanakan audensi dengan para serikat buruh ataupun komisariat komisariat yang tergabung dalam DPC FSB KIKES KSBI sebelum melaksanakan aksi damai tersebut.

“Banyak persoalan, tetapi bagaimana kita menyampaikan kepada kepala daerah, sementara kerjasama tripartit berdasarkan UU itu memang itu yang harus dibentuk dan diketuai kepala daerah tidak berjalan, terus bagaimana kami menyampaikan persoalan persoalan yang terjadi,” paparnya.

Belum lagi, tegas Nendar juga terkait layanan Cilent center dari disnaker yang itu merupakan janji politik, tentunya layanan tersebut diyakini di danai, menurutnya hal tersebut seharusnya menjadi sebuah solusi masalah pungli tadi, pasalnya didalamnya terdapat aplikasi namanya informasi kerja.

“Jika hari ini ramai sampai harus terjadi demo, artinya tidak berjalan, terus dimana program itu, apakah anggaran sudah diketahui, dipertanyakan oleh dewan dipakai apa, kalau dianggarkan gak di pakai, gak bermanfaat buat masyarakat, ya patut kita pertanyakan karena itu bukan anggaran pribadi,” tandasnya.

Pantauan dilapangan, aksi damai ribuan buruh mendapat penagawalan ketat dari aparat keamanan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Damkar dan unsur terkait lainnya, juga hadir anggota DORD dari fraksi partai Gerindra Hera Iskandar, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Usman Jaelani, dan Kapolres dan waka polres Sukabumi. (Ndi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *