“Rata-rata penumpang cukup puas dengan kinerja sang supir dan mengendarai mobil colt mini dengan cepat, karena kan selisih waktunya bisa berkurang dibanding transportasi lainya,”terangnya.
Menurut Nandi, sopir colt mini punya jalur kompas atau jalan alternatif. “Iya kami selalu menggunakan jalur alternatif itu, sehingga jarang terjebak macet,” ujarnya.
Senada dikatakan Wawan Gunawan (38) yang sudah puluhan tahun menjadi sopir colt mini.
“Dengan ongkos minimalnya Rp 25 ribu per orang, penumpang bisa sampai tujuan dengan cepat,”paparnya.
Wawan menjelaskan, jika penumpang tidak biasa naik kendaraan ini, mereka bisa mual.
“Saking cepat dan gilanya mobil ini, ada juga yang menyebutnya dengan sebutan ‘Mobil Setan’,”cetusnya sambil tersenyum.
Sementara itu, salah seorang penumpang Icha Sarifatunisa (22) mengaku sempat cemas ketika mendapatkan informasi adanya pemberhentian lalu lintas KA Pangrango Sukabumi-Bogor. Apalagi untuk sampai ke Kota Sukabumi dari Bogor, harus menempuh waktu 4 sampai 5 jam lamanya.
Namun, Icha cukup terbantu dengan adanya colt mini ini. “Saya sudah beli tiket kereta api, ternyata gak beroperasi sempat bingung mau pulang ke Sukabumi gimana, akhirnya saya naik colt mini alhamdulillah sampai ke Sukabumi dengan cepat dan selamat,” pungkasnya.(Cr16/t)



