BERITA UTAMA

Misteri Kematian Wanita Muda di Kosan Warudoyong, Keluarga Ungkap Kisah Hidup Korban

×

Misteri Kematian Wanita Muda di Kosan Warudoyong, Keluarga Ungkap Kisah Hidup Korban

Sebarkan artikel ini
Penemuan jenazah seorang wanita muda berinisial AN (22), warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, di sebuah kamar kos di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menggegerkan warga setempat pada Sabtu malam (6/12/2025).

SUKABUMI — Penemuan jenazah seorang wanita muda berinisial AN (22), warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, di sebuah kamar kos di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menggegerkan warga setempat pada Sabtu malam (6/12/2025).

Jenazah AN ditemukan dalam kondisi membusuk di kamar kosnya di Kampung Tegal Wangi, RT 04/RW 02, Kelurahan Sukakarya. Berdasarkan informasi dari Ketua RT setempat, korban diduga telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.

Bank bjb Tandamata

Keluarga korban yang ditemui di rumah duka di Kampung Empang Raya, Kelurahan Palabuhanratu, mengaku terpukul atas kepergian AN. Sang paman, Safari Gunawan (46), menceritakan perjalanan hidup keponakannya yang penuh liku.

Menurut Safari, AN sempat tinggal bersama neneknya di Ganesa, Kecamatan Cisolok, hingga duduk di bangku kelas 2 SMA. Setelah sang nenek meninggal dunia, AN pindah ke rumah nenek dari pihak ibunya di Empang Raya dan melanjutkan sekolah hingga lulus.

“Sejak neneknya meninggal, dia tidak punya siapa-siapa lagi di sana. Akhirnya ikut ibu saya di Empang Raya sejak mau naik kelas 3 SMA,” ujar Safari.

Setelah lulus, AN sempat bekerja di Palabuhanratu sebelum memutuskan merantau ke Kota Sukabumi. Di sana, ia bekerja di sebuah kantor PNM, dan belakangan diketahui sempat bekerja di tempat karaoke, meski menurut keluarga, pekerjaan itu baru dijalani beberapa hari.

“Betul, tapi belum lama. Baru beberapa hari kerja. Almarhumah dimakamkan di TPU Batusapi Palabuhanratu karena mempertimbangkan kondisi,” tambahnya.

Safari juga mengungkapkan bahwa AN sempat mengalami gangguan kesehatan, terutama pada paru-paru, dan menjalani pengobatan selama enam bulan terakhir. Komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi pada 30 November 2025, saat AN mengeluhkan kondisi tubuhnya yang semakin memburuk.

“Kami sudah sarankan dia pulang untuk berobat di sini. Tapi dia tidak merespons. Terakhir katanya kakinya juga sudah bengkak,” jelas Safari.

Keluarga tidak menaruh kecurigaan atas kematian AN, mengingat kondisi kesehatannya yang memang menurun. Informasi dari Ketua RT menyebutkan bahwa AN terakhir terlihat pada 1 Desember, bahkan sempat memberikan makanan kepada penjaga kos.

Hingga kini, pihak Kepolisian Sektor Warudoyong masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Jenazah AN telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Batusapi, Palabuhanratu.(ndi/d)