Menhub Budi Karya Jajal Jalur KA Bogor-Sukabumi, Ini Hasilnya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Bogor Bima Arya berswafoto dengan penumpang kereta api uji coba dari Stasiun Paledang Bogor menuju Sukabumi pada Minggu (3/4/2022). ANTARA/Adimas Raditya

JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjajal jalur kereta api (KA) Bogor–Sukabumi. Rombongan berangkat dari Stasiun Paledang pada hari pertama Ramadhan 1443 Hijriah, Minggu (3/4).

Di Stasiun Paledang, sekitar pukul 13.40 WIB, Budi bersama Bima Arya sempat mendengar penjelasan tentang desain infrastruktur jalur kereta yang masih dalam pembangunan. Kemudian, Menhub bersama rombongan memasuki gerbong kereta Sukabumi–Bogor kelas ekonomi dan menyapa beberapa penumpang.

Bacaan Lainnya

Kereta kemudian berangkat sekitar pukul 14.05 menuju Stasiun Batutulis yang baru rampung pengerjaan infrastruktur relnya. Pembangunan infrastruktur luar rel di Stasiun Batutulis sempat menjadi sorotan warga yang terisolasi karena belum dibangunkan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Wali Kota Bogor sempat mengungkap pemkot telah menyurati Kemenhub meminta kontraktor pembangunan rel ganda Bogor–Sukabumi segera menyelesaikan janji membangun fasilitas akses jalan warga sekitar rel. Hal itu mengingat telah ada rencana uji coba jalur rel ganda Bogor–Sukabumi pada akhir Maret.

Melewati perkotaan Kota Bogor, kemudian persawahan beberapa kecamatan Kabupaten Bogor menuju Sukabumi. Sesuai peraturan terbaru, merujuk pada aturan Satgas Covid-19 tidak ada lagi penyekatan di dalam kereta. Area dalam kereta pun bersih dan harum. Penumpang masih diwajibkan mengetatkan protokol kesehatan berupa memakai masker dan mencuci tangan.

Kereta terus melaju melewati Stasiun Cigombong menuju Stasiun Cicurug di Kabupaten Bogor dan kembali ke Stasiun Paledang Bogor. Menhub Budi Karya Sumadi sekaligus meninjau progres pembangunan jalur ganda kereta api rute Bogor–Sukabumi. Menhub menyampaikan, tantangan dalam membangun jalur kereta api di daerah yang memiliki level ketinggian berbeda-beda.

”Kementerian perhubungan melakukan upaya rekayasa konstruksi untuk mengurangi ketinggian dan membuat jalur ganda,” kata Budi Karya seperti dilansir dari Antara, Minggu (3/4).

Budi menjelaskan, tujuan pembangunan jalur ganda tersebut agar kapasitas kereta dapat bertambah. Sekaligus waktu tempuh perjalanan juga semakin singkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.