Mantan Bupati Sukabumi Berikan Pesan Penting untuk Ketiga Cakada

  • Whatsapp
Sukmawijaya

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 digadang-gadang menjadi kontestasi politik lima tahunan yang paling bersejarah. Pasalnya, kedua pasangan petahana plus non petahana bakal saling memperebutkan kursi F1.

Untuk itu, diperlukan sebuah nasihat dan pesan penting agar jalannya pemilihan bupati ini berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan semua pihak, yakni kondusif, berkualitas dan berintegritas. Hal itu datang dari mantan Bupati Sukabumi Sukmawijaya.

Bacaan Lainnya

Pria yang akrab disapa Sukma mengatakan ada banyak kunci kesuksesan menjadi pemimpin di Indonesia, termasuk Kabupaten Sukabumi. Namun hanya satu hal yang menjadi tolok ukur, yakni agama dan karakter.

“Pemimpin itu harus berlandaskan agama. Karena itu kunci yang paling penting dalam membangun sebuah peradaban. Dan itu sudah lama dirumuskan oleh para founding father kita yang diejawantahkan lewat pancasila, yakni sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa,” kata Sukmawijaya kepada Radarsukabumi.com.

Bupati Sukabumi pertama yang menjabat dua periode di era reformasi menjelaskan bahwa problem besar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah peradaban dan karakter. Hal ini disebabkan karena banyak pemimpin yang tidak menjalankan amanahnya berdasarkan agama.

“Kalau apa-apa dijalankan sesuai dengan agama, insya Allah tidak ada itu yang namanya korupsi. Nisca tercipta kepemerintahan yang bersih dari semua praktek-praktek korupsi dan lainnya. Karena apa? Si pemimpin tahu bahwa ada Allah, ada Tuhan yang Maha Kuasa yang memperhatikan gerak-geriknya. Itulah pentingnya agama,” papar pria kelahiran 3 Oktober 1956 di Sukabumi silam.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), selain menangkal yang namanya kejatahan birokrasi seperti korupsi, agama juga dibutuhkan untuk memastikan terciptanya peradaban yang berkualitas. Diketahui bahwa saat ini laten seperti sekularisme masih meneror generasi bangsa.

“Sekularisme itu juga salah satu penyakit dan musuh bangsa kita. Dan itu mulai terlihat saat ini. Itulah dibutuhkan peran penting agama di dalam menjalankan kepemerintahan,” paparnya.

Agama juga, kata Sukma lagi, berfungsi sebagai pengerat silaturahmi antar masyarakat, kelembagaan, dan golongan. Inipun dibutuhkan untuk menciptakan harmonisasi, kebaikan dan keamanan di Kabupaten Sukabumi nanti.

“Pokoknya menurut saya kuncinya itu adalah agama. Karena itulah yang saya terapkan selama dua periode menjabat sebagai bupati. Dari tahun 2005-2010 bersama Pak Marwan Hamami. Lalu tahun 2010-2015 bersama pak Akhmad Jajuli. Agama adalah kunci kesuksesan saya,” tuntasnya. (izo/rs)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *