Maling Nyaris Perkosa Istri Sekretaris Dinas Pendidikan

  • Whatsapp

SUKABUMI – Rumah milik Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kabupaten Sukabumi, M Solihin di Kampung Tegalpanjang RT 13/11 Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi kembali disatroni maling. Para pelaku berhasil menggondol emas 50 gram, 50 gram perhiasan, tiga telepon genggam, satu buah laptop, STNK dan kunci mobil serta uang Rp 5 juta rupiah. Kerugian pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, pelaku yang diduga berjumlah tiga orang itu masuk dengan menjebol pintu pekarangan belakang rumah. Dalam peristiwa yang terjadi dini hari sekitar Pukul 01:30 WIB itu, ND (45) istri Solihin dan A (40) yang merupakan tukang kebun sempat disekap oleh pelaku. Sedangkan anak bungsu Solihin, RF (7) hanya bisa terdiam karena katakutan. Adapun Solihin saat kejadian sedang berada di Jakarta melaksanakan tugas kedinasan.

Bacaan Lainnya

Usut punya usut, kejadian serupa terjadi beberapa bulan lalu tepatnya sepuluh hari sebelum Idul Fitri. Uang tunai senilai Rp 16 Juta serta telepon genggam milik orang nomor dua di Dinas Pendidikan itu raib digindol maling.

Aksi penyandaraan pertama di alami A (40) yang merupakan tukang kebun sekaligus penjaga rumah. Kepada Radar Sukabumi, dirinya mengaku dari ketiga pelaku, satu diantaranya menyandra dirinya dengan mengikat kaki dan tangan. Sedangkan pelaku lainnya, masuk kedalaman rumah dengan mencongkel jendela depan. “Semua pelaku memakai penutup muka dan membawa senjata tajam,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin (19/9).

Aksi pelaku terus berlajut ketika A berusaha membuka tali yang diikatnya dan berusaha keluar rumah untuk mencari pertolongan. Namun, pelaku yang melihat aksinya langsung mengejarnya dan kembali menyekap ke kamar.

“Saya berusaha menyelamatkan diri dan mau keluar, tapi pas mau lari satu pelaku langsung mengejar dan kembali mengikat saya. Bahkan, saya sempat dipukul di bagian kepala. Lalu saya di sekap di dalam kamar oleh mereka,” sambungnya.

Sementara itu, ND istri Solihin mengaku telah mengunci rapat kamarnya. Namun, pelaku berhasil mendobrak kamarnya menggunakan batu pijakan taman. “Pelaku mengancam akan memperkosa dan membunuh apabila tidak memberikan barang berharga. Karena tak kuasa, saya pasrah asalkan nyawa saya dan anak selamat,” jelasnya.

Sesaat kemudian setelah amcaman dilakukan, dirinya langsung di ikat menggunakan lakban hitam. Bahkan untuk menutupi suara, mulutnya juga di tutup oleh lakban itu. Sedangkan RF hanya disekap bersamanya. “Saya hanya bisa berdoa dan pasrah melihat aksi pelaku yang memgobrak-abrik seisi kamar.

Ketiga pelaku yang memegang golok itu, hanya meminta harta yang ada dan perhiasan saja. Karena takut, saya tunjukan saja tas dan barang-barang lainnya,” tutupnya.

Aksi pencurian itu berkahir sekitar pukul 02:00 WIB. Korban yang disekap dibuka oleh anaknya setelah seluruh pelaku melarikan diri. Siang harinya, beberapa anggota serta Kapolsek Cireunghas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satu ekor anjing pelacakan didatangkan dari Polres Cianjur guna kepentingan penyelidikan.

Sedangkan perkara tersebut di limpahkan ke Polres Sukabumi Kota. “Masih tahap penyelidikan, nanti kita bakal sampaikan setelah ada hasil,” singkat Kapolsek Cireungas, Iptu Eriyanto. (cr15/e)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *