Musim Rampok Sekolah di Bogor, Korban Disekap Hingga Dibacok

Rampok Sekolah Bogor

BOGOR – Komplotan perampok beraksi di SMAN 1 Sukamakmur, Kabupaten Bogor Jumat (1/7) dini hari. Mereka nekat membacok petugas keamanan yang sedang bertugas.

Para pelaku juga menyekap satu petugas lainnya. Kejadian serupa juga terjadi di Kota Bogor. Komplotan perampok menyekap tiga petugas di SMPN 16 Bogor, Selasa (28/6) dini hari. Enam laptop, infokus, dua unit handphone dan uang tunai Rp1 juta, raib.

Bacaan Lainnya

Wajah Suhendri (26) penuh darah. Telinga kanannya nyaris putus,  pipi kanannya, sobek.

Warga Cikupa RT 01/08, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur itu baru saja berduel dengan lima rampok sekaligus, Jumat (1/7) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat itu, Suhendri yang berprofesi sebagai satpam SMAN 1 Sukamakmur tengah bertugas menjaga sekolah. Dia yang sedang tiduran, mendengar suara berisik dari ruang komputer. Dia kemudian menyambangi sumber suara.

Tiba di ruang komputer, Suhendri kaget bukan kepalang. Ada lima orang yang mencoba mengambil peralatan komputer sekolah. Mengetahui aksi mereka ketahuan, para perampok langsung menyerang Suhendri dengan golok. Suhendri mencoba bertahan melawan kawanan perampok.

Namun, apa daya dia yang sendiri tak bisa berbuat banyak. Suhendri pun dihujani sabetan dari berbagai arah. Tangan pinggang dan wajahnya terkena.

Sambil menahan sakit, dia memutuskan kabur ke luar sekolah dan meminta bantuan warga. “Saya lari minta tolong warga di depan sekolah,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Selain Suhendri, ada lagi satu satpam SMAN 1 Sukamakmur yang menjadi korban kawanan perampok. Namanya Aman.

Dia lebih dulu disekap oleh perampok. Saat kejadian, dia memang tengah beristirahat.

Saat itulah, kawanan perampok menyekapnya. Dia yang masih setengah sadar tak bisa melawan. Hanya bisa pasrah ketika tangan dan kakinya diikat. Termasuk ketika mulutnya dilakban oleh para pelaku. “Sebelum disekap, saya ditanya ada berapa orang yang jaga selain saya. Setelah itu mulut saya dilakban,” ujar Aman.

Dia bisa lepas dari sekapan berkat pertolongan rekannya Suhendri. Rupanya, Suhendri yang kabur dari kawanan rampok menyempatkan diri membukakan ikatannya.

Keduanya pun meminta pertolongan warga. “Mereka (rampok) sempat mengejar. Tapi, begitu tahu kita lapor ke warga, mereka langsung kabur,” tuturnya.

Aksi perampokan di SMAN 1 Sukamakmur ternyata bukan kali pertama. Humas SMAN 1 Sukamakmur, Syafriadin memaparkan sudah empat kali sekolahnya disatroni perampok.

Mereka menyasar komputer sekolah. “Kejadian pertama sampai ketiga, mereka (rampok) mengambil komputer. Yang sekarang juga ketahuan hendak mengambil komputer kantor,” tuturnya.

Dia menduga, kawanan perampok itu menyelinap masuk lewat belakang sekolah. Itu berkaca dari beberapa kali kejadian. Sayangnya aksi kejahatan itu, tidak terekam CCTV lantaran dalam keadaan sedang tidak aktif. “Kita akan pasang alarm sama CCTV lagi.

Ini jadi pembelajaran. Ada hikmahnya,” tukasnya.

Terpisah, Kapolsek Sukamakmur, Iptu Pranolo memaparkan saat ini unit Reskrim Polsek Sukamakmur sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan sementara, tidak ada barang yang hilang. “Masih dalam penyelidikan,” ucap dia.

RAMPOK SEKAP TIGA PEGAWAI

Selain di SMAN 1 Sukamakmur, kejahatan serupa juga terjadi di SMPN16 Bogor, Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor Selasa (28/6) dini hari. Tiga pegawai disekap oleh komplotan perampok selama tiga jam dengan kondisi tangan dan kaki terikat.

Mereka yang disekap adalah Muhammad Dahlan (51), Maulana Muchtar, dan Ipan alias Iping. Kejadiannya sekitar pukul 02.00 WIB. Pola yang para perampok ini lakukan nyaris sama.

Mereka menyekap para petugas dengan mengikat kaki dan tangan serta melakban mulut korban.

Kapolsek Tanah Sareal, AKP Surya menuturkan dalam aksi pencurian, tiga orang diikat oleh para pelaku. Berdasarkan dari hasil olah CCTV, pelaku diketahui berjumlah lima orang. Akan tetapi, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Dalam rekaman CCTV, empat pelaku masuk melalui pintu utama sekolah menuju ruang tunggu sekolah, sedangkan satu pelaku lainnya tampak berjaga-jaga di pintu utama sekolah.

Keempat pelaku menghampiri Dahlan yang tengah tertidur sebagai korban pertama yang disekap.

Pelaku juga melumpuhkan Maulana, petugas kebersihan yang tengah tertidur di ruang kelas. Terakhir, pelaku melumpuhkan Iping yang tengah tertidur di lantai di ruang tunggu bersama Dahlan.

Sedangkan Unang yang juga berada di ruangan belakang sekolah tak ikut disekap dalam kejadian tersebut. “Tidak ada yang terluka. Korban hanya diikat,” jelasnya. Kejadian tersebut membuat sekolah kehilangan enam laptop, infokus, dua unit handphone serta uang tunai senilai Rp1 juta. (all/ded/d)

Pos terkait