Adapun hasil audensi dengan Kepala Disdukcapil, pihaknya siap untuk bertanggungjawab dan akan melakukan perbaikan pada lembaga yang dipimpinnya. Selain itu, untuk mengontrol lajunya pelayanan, mahasiswa bakal mendirikan posko pengaduan.
“Pak Sofyan Efendi siap bertanggungjawab penuh. Kami akan membuka posko pengaduan warga, dan mahasiswa akan ikut mengontrol pelayanana di Kantor Disdukcapil,” imbuhnya.
Kericuhan antara mahasiswa dan petugas kemanana terjadi secara sepontan saat petugas berusaha mematikan api yang membakar ban. “Kericuhan terjadi tiba-tiba, memang ada yang terpukul dan sempat diamankan juga. Tapi secera keseluruhan aksi berjalan dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Didin (60) warha Tegalbuleud mengaku, gara-gara aksi yang dilakukan mahasiswa, dirinya belum bisa mendapatkan dokumen kependudukan yang diurusnya sejak pagi. “Abah dari pagi antre, eh ada aksi. Terpaksa antrian dilanjutkan siang. Semoga saja dipanggil, soalnya jauh,” keluhnya. (Cr15).





